Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi (IDN Times/Arief Rahmat)
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi (IDN Times/Arief Rahmat)

Intinya sih...

  • Kerja sama ekonomi ASEAN yang lebih terarah, karena konektivitas ASEAN mempercepat arus perdagangan, investasi, dan ekspansi bisnis intra-ASEAN. AEC juga mendorong integrasi ekonomi di lintas negara, dan fokus pada pertumbuhan berkelanjutan.

  • Dalam studi tersebut menjelaskan jika perdagangan global saat ini memang tengah menghadapi tantangan, mayoritas pelaku usaha memperkirakan perdagangan intra-ASEAN akan terus tumbuh sebagai dampak dari tarif baru AS. 

  • Peran perbankan dalam memfasilitasi transaksi lintas pasar, salah satunya UOB yang juga aktif menjembatani proses masuknya investasi yang masuk ke Indonesia.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Sudah masuk di tahun 2026, perkembangan zaman terutama di ASEAN sudah pasti semakin berkembang pesat. Termasuk soal konektivitas ASEAN yang ternyata semakin ke sini bukan hanya jadi wacana belaka.

Berbagai langkah sudah disiapkan agar transaksi lintas negara bisa berjalan lebih luas, rapi, dan terarah. Ada peran besar perbankan untuk berjalannya konektivitas ini. Kabar baiknya, semua ini membuka peluang besar buat dunia usaha.


1. Kerja sama ekonomi ASEAN yang lebih terarah

ilustrasi ekonomi (pexels.com/crazy motions)

Jadi, kamu udah tahu belum kalau Ditetapkannya ASEAN Economic Community (AEC) Strategic Plan 2026-2030 pada KTT ASEAN ke-46, menjadi blueprint untuk transformasi ekonomi kawasan. Tujuan rencana strategis ini untuk memperkuat integrasi ekonomi Kawasan dan keberlanjutan. 

Konektivitas ASEAN ini guna mempercepat arus perdagangan, investasi, dan ekspansi bisnis intra-ASEAN. AEC juga mendorong integrasi ekonomi di lintas negara, dan fokus pada pertumbuhan berkelanjutan. Tentunya kerja sama ekonomi ASEAN ini jadi lebih terarah dan berdampak baik pada ekonomi Indonesia ke depannya. 

Hal ini nampaknya sudah menjadi fokus pemerintah sejak 2023, dimana Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut bahwa konektivitas merupakan elemen kunci dalam pembangunan ekonomi terpadu di ASEAN.

Konektivitas merupakan kunci dalam pembangunan ekonomi terpadu di wilayah ASEAN. Tidak hanya membuat kebijakan saja, tetapi juga secara praktis melakukannya agar infrastruktur dan konektivitas di ASEAN dapat segera terwujud,” ujar Airlangga dalam ASEAN Connectivity Symposium di Jakarta pada November 2023 silam, seperti dikutip dari laman berita Antara. 


2. Peluang bisnis lintas negara makin terbuka

Ilustrasi Cadangan Devisa (IDN Times/Arief Rahmat)

Tentunya integritas ekonomi di lintas negara ASEAN ini meningkatkan peluang bisnis lintas negara jadi semakin terbuka. Itu sebabnya penting banget nih peran perbankan dalam urusan transaksi berjalan tanpa kendala. Hal ini merujuk pada data UOB Business Outlook Study 2025, sebuah studi yang melibatkan lebih dari 525 responden pelaku UKM dan koperasi di Indonesia, guna memberikan gambaran komprehensif mengenai sentimen dunia usaha di tengah situasi yang terus berubah. 

Dalam studi tersebut menjelaskan jika perdagangan global saat ini memang tengah menghadapi tantangan, mayoritas pelaku usaha memperkirakan perdagangan intra-ASEAN akan terus tumbuh sebagai dampak dari tarif baru AS. 

Lebih dari setengah perusahaan juga berencana mempercepat ekspansi internasional mereka untuk memanfaatkan peluang global. Perusahaan menengah serta pelaku di sektor kesehatan dan perdagangan wholesale menunjukkan niat ekspansi paling tinggi. Langkah ini juga didorong oleh keinginan untuk mengurangi risiko usaha melalui diversifikasi pasar.

Dalam studi tersebut menunjukkan bahwa separuh pelaku usaha di Indonesia tetap optimis meski menghadapi tekanan ekonomi global, seperti inflasi yang meningkat dan dampak dari tarif impor baru dari AS. Fokus utama dunia usaha kini tertuju pada transformasi digital, keberlanjutan bisnis, dan ekspansi ke pasar internasional, terutama ASEAN.

Itu sebabnya UOB hadir untuk memfasilitasi cross-border trade, investment, pembiayaan korporasi lintas pasar. 


3. Peran perbankan dalam memfasilitasi transaksi lintas pasar

Bank UOB Indonesia (dok. Istimewa)

Peran perbankan sendiri berada di posisi yang tepat untuk mendorong aktivitas tersebut. Salah satunya UOB yang juga aktif menjembatani proses masuknya investasi yang masuk ke Indonesia, mulai dari akuisisi, joint venture, hingga ekspansi perusahaan internasional yang ingin membangun pijakan di pasar domestik.

UOB berperan sebagai penghubung bisnis lintas negara di ASEAN. Dengan kehadiran kuat di Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, Singapura, dan negara ASEAN lainnya. UOB membantu perusahaan yang ingin ekspor, impor, atau ekspansi regional tanpa harus membangun relasi perbankan dari nol di tiap negara. Nasabah cukup memanfaatkan satu ekosistem bank yang terintegrasi untuk masuk ke berbagai pasar. Sehingga membuat transaksi lintas pasar jadi lebih mudah. 

Harapman Kasan, Wholesale Banking Director, UOB Indonesia mengatakan, "Keunggulan UOB terletak pada jaringan regional kami di ASEAN yang kuat dan saling terhubung. Dengan satu ekosistem perbankan yang terintegrasi, kami membantu mendampingi nasabah berekspansi, mendukung pertumbuhan berkelanjutan bisnisnya, tanpa kompleksitas membangun hubungan perbankan terpisah di setiap negara.” 

Sejalan dengan peran tersebut, UOB juga memperkuat dukungannya melalui pemanfaatan teknologi digital guna memastikan kemudahan dan efisiensi transaksi lintas pasar. Tentunya demi ekonomi Indonesia semakin membaik ke depannya!


4. UOB Infinity jadi pendukung bisnis

Ilustrasi UOB Infinity (dok. UOB Indonesia)

Untuk mendukung dan memfasilitasi transaksi lintas pasar menjadi lebih efisien, UOB pun meluncurkan UOB Infinity pada Januari 2023 lalu. UOB Infinity sendiri adalah sebuah platform digital yang memungkinkan bisnis untuk mengelola keperluan perbankan dengan cara-cara yang lebih sederhana, lebih pintar, dan disesuaikan dengan kebutuhan. Platform ini pertama kali diluncurkan di Singapura dan kini tersedia di 11 negara lainnya di Asia Tenggara.

Platform ini khusus ditujukan bagi nasabah korporasi serta UKM dan menawarkan dashboard yang dapat disesuaikan agar nasabah dapat memprioritaskan dan menampilkan informasi keuangan secara real time, seperti status transaksi, urusan yang tertunda, serta informasi akun lainnya. Seiring meningkatnya kompleksitas rantai pasok dan kebutuhan akan pengelolaan arus kas yang lebih efisien UOB Infinity terus dikembangkan dengan kapabilitas yang semakin komprehensif. Salah satunya melalui fitur Financial Supply Chain Management yang diluncurkan pada September 2023


5. UOB Infinity Financial Supply Chain Management (FSCM) bantu bisnis lebih efisien

Ilustrasi bank UOB (123rf.com/tktktk)

Melalui UOB Infinity FSCM ini, klien korporasi dapat menikmati kemampuan manajemen rantai pasok keuangan baru serta mendapatkan serangkaian solusi yang komprehensif, mulai dari pengadaan hingga pembayaran, pemesanan, hingga produksi, penjualan dan collection dalam satu platform tunggal.

Fitur UOB Infinity FSCM juga akan membantu meningkatkan efisiensi bisnis dengan memungkinkan transmisi dan verifikasi dokumen perdagangan yang aman secara digital. Selain itu, nasabah juga dapat melakukan permintaan pembiayaan dalam satu platform tunggal.

Kemampuan UOB Infinity FSCM yang baru akan meningkatkan dan melengkapi solusi manajemen kas yang ada dalam rangka memudahkan dunia bisnis dalam meninjau, merencanakan, dan mengelola modal kerja di seluruh siklus perdagangan mulai dari pembayaran hingga penagihan. Fitur ini juga akan memungkinkan klien korporasi untuk terhubung secara digital dengan pemasok, pembeli, dan distributor di pasar-pasar utama di ASEAN dan Tiongkok Raya.

Dengan langkah-langkah ini diharapkan mampu mempermudah kerjasama ekonomi ASEAN dan mendukung konektivitas ASEAN dan membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan. (WEB/TAMA)


Editorial Team