Jakarta, IDN Times - Pasar otomotif di seluruh Eropa mengalami pergeseran besar akibat memanasnya konflik bersenjata di Iran. Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dipicu oleh gangguan pasokan energi global memaksa ribuan warga mulai meninggalkan kendaraan konvensional demi menekan biaya pengeluaran harian.
Kondisi darurat ini memicu lonjakan permintaan mobil listrik (EV) bekas di berbagai platform perdagangan daring sebagai solusi mobilitas yang lebih efisien. Di tengah ketidakpastian ekonomi saat ini, kendaraan listrik tangan kedua kini dianggap sebagai pilihan paling masuk akal bagi masyarakat untuk melindungi finansial mereka dari fluktuasi harga energi yang terus membengkak.
