Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Konflik di Iran Picu Lonjakan Penjualan Mobil Listrik Bekas di Eropa
Mobil Listrik (Unsplash.com/Bob Osias)
  • Lonjakan konflik di Iran memicu kenaikan harga BBM di Eropa, mendorong masyarakat beralih ke mobil listrik bekas sebagai solusi hemat biaya dan efisien.
  • Penjualan mobil listrik bekas di Norwegia dan Prancis melonjak tajam, bahkan melampaui kendaraan diesel, seiring meningkatnya kesadaran akan penghematan energi.
  • Harga mobil listrik bekas lebih terjangkau hingga 40 persen dibanding unit baru, dengan ketersediaan cepat dan jaminan kualitas baterai yang meningkatkan kepercayaan konsumen.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pasar otomotif di seluruh Eropa mengalami pergeseran besar akibat memanasnya konflik bersenjata di Iran. Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dipicu oleh gangguan pasokan energi global memaksa ribuan warga mulai meninggalkan kendaraan konvensional demi menekan biaya pengeluaran harian.

Kondisi darurat ini memicu lonjakan permintaan mobil listrik (EV) bekas di berbagai platform perdagangan daring sebagai solusi mobilitas yang lebih efisien. Di tengah ketidakpastian ekonomi saat ini, kendaraan listrik tangan kedua kini dianggap sebagai pilihan paling masuk akal bagi masyarakat untuk melindungi finansial mereka dari fluktuasi harga energi yang terus membengkak.

1. Penjualan mobil listrik bekas di Eropa melonjak pesat

ilustrasi mobil listrik (unsplash.com/Benjamin Brunner)

Transaksi kendaraan listrik bekas di berbagai pasar utama Eropa saat ini mencapai titik tertinggi. Platform jual beli Finn.no di Norwegia mencatat penjualan unit bertenaga elektrik kini resmi melampaui mobil bermesin diesel.

Kondisi serupa dilaporkan oleh perusahaan ritel otomotif daring Aramisauto di Prancis. Pangsa penjualan kendaraan listrik mereka melonjak hampir dua kali lipat menjadi 12,7 persen hanya dalam waktu tiga minggu. Sebaliknya, penjualan mobil bensin dan diesel merosot masing-masing menjadi 28 persen dan 10 persen.

"Hal yang menarik adalah minat pada mobil listrik sebenarnya sudah mulai naik sejak awal. Namun, ketidakstabilan dunia saat ini mempercepat proses perpindahan ke kendaraan listrik yang memang sudah berjalan di seluruh wilayah," kata Chief Executive Officer grup OLX, Christian Gisy, dilansir Malay Mail.

2. Mahalnya harga bensin membuat warga beralih ke kendaraan listrik

ilustrasi bensin (pexels.com/marco)

Eskalasi militer di Selat Hormuz telah menghambat distribusi sekitar 20 persen pasokan minyak dunia. Hal ini memicu lonjakan harga bensin di Uni Eropa sebesar 12 persen hingga menyentuh rata-rata 1,84 euro (Rp35,99 ribu) per liter sejak akhir Februari hingga pertengahan Maret. Kenaikan harga ini menciptakan tekanan psikologis yang signifikan bagi konsumen, terutama ketika biaya transportasi harian dirasa makin tidak terkendali.

Menanggapi fenomena tersebut, CEO platform Aramisauto, Romain Boscher mengungkapkan perubahan perilaku konsumen secara instan.

"Ketika harga bensin sudah menembus angka 2 euro (Rp39,12 ribu) per liter, hal itu meninggalkan kesan mendalam yang sulit dilupakan oleh masyarakat," kata Boscher, dilansir Mexico Business.

Lonjakan harga ini menjadi pendorong utama bagi masyarakat untuk segera beralih ke teknologi mobil hibrida atau listrik sepenuhnya.

"Konsumen sangat peka terhadap angka di pom bensin. Krisis energi saat ini secara efektif mempercepat kesadaran masyarakat tentang pentingnya menghemat biaya kepemilikan kendaraan," kata Direktur Intelijen Ekonomi CarGurus, Kevin Roberts.

3. Mobil listrik bekas terbukti lebih murah dan cepat didapat

Keunggulan utama yang mendorong lonjakan penjualan mobil listrik bekas adalah faktor ekonomi. Harga unit di pasar sekunder bisa 40 persen lebih murah dibandingkan model baru. Selain itu, unit mobil bisa langsung digunakan tanpa masa tunggu pengiriman dari pabrik.

Selisih harga antara kendaraan listrik bekas dan mobil bensin juga telah menyusut drastis menjadi hanya sekitar 1.334 dolar AS (Rp22,68 juta). Hal ini diperkuat oleh banyaknya pasokan unit bekas dari perusahaan penyewaan seperti Hertz, yang menciptakan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat luas.

Di Inggris, dealer kendaraan listrik melaporkan aktivitas penjualan yang sangat padat. Pemilik dealer EV Experts, Estelle Miller, menjelaskan tingginya permintaan dari pelanggan yang khawatir akan kenaikan harga bensin di masa depan.

Kepercayaan konsumen terhadap kualitas kendaraan bekas juga meningkat berkat penerapan sertifikat kesehatan baterai yang transparan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team