Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Krakatau Steel Cetak Laba Rp79,2 Miliar di Awal 2026
Kantor pusat PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) di Jakarta Selatan. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
  • Krakatau Steel mencatat laba bersih Rp79,2 miliar pada kuartal I-2026, melanjutkan tren positif setelah hasil keuangan kuat di tahun sebelumnya.
  • Perusahaan berhasil keluar dari kerugian 2024 berkat suntikan modal sekitar Rp4,9 triliun dari Danantara yang digunakan untuk pembelian bahan baku.
  • Manajemen menargetkan pendapatan minimal Rp20 triliun dan laba bersih sekitar Rp2 triliun sepanjang tahun 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) mencetak laba sebesar 4,6 juta dolar Amerika Serikat (AS) di kuartal I-2026 atau setara Rp79,2 miliar (kurs Rp17.216 per dolar AS).

Hal itu diungkapkan Direktur Utama KRAS, Muhammad Akbar Djohan. KRAS sendiri belum merilis laporan keuangan kuartal I-2026 secara resmi.

“Dan alhamdulillah di Q1 kami bisa nutup kurang lebih 4,6 juta dolar AS laba bersihnya,” kata Akbar dalam media briefing di Jakarta, Senin (27/4/2026).

1. Krakatau Steel lanjutkan kinerja positif dari 2025

Direktur Utama - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS), Muhammad Akbar Djohan. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Akbar mengatakan, capaian kinerja di awal 2026 melanjutkan kinerja sepanjang 2025 yang positif.

Berdasarkan laporan keuangan KRAS, perusahaan mencetak laba sebesar 325,5 juta dolar AS, atau setara Rp5,51 triliun.

“Dan kami lanjutkan kinerja keuangan itu di kuartal I. Kami lanjutkan karena kita tidak mau laporan keuangan tahun lalu hanya kosmetik ya, kita pengin melakukan secara fundamental,” ujar Akbar.

2. Krakatau Steel balikkan rugi jadi laba karena suntikan modal dari Danantara

Logo PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS). (dok. YouTube Krakatau Steel)

Capaian laba krakatau steel di 2025 membuktikan perusahaan telah keluar dari jurang kerugian. Sebab, pada 2024, perusahaan masih mencatatkan rugi sebesar 154,71 juta dolar AS, atau setara Rp2,5 triliun (kurs Rp16.157 per dolar AS pada 31 Desember 2024).

Akbar mengatakan, capaian laba itu tak lepas dari suntikan modal yang diperoleh dari Danantara pada akhir 2025, yakni sebesar 295 juta dolar AS atau setara Rp4,9 triliun. Dana itu sebagian besar digunakan untuk modal kerja, tepatnya pembelian bahan baku.

“Danantara Desember membantu menginjeksi modal kepada kami kurang lebih Rp5 triliun, dan itu dedicated untuk membeli bahan baku. Karena itu salah satu kita tidak bisa bersaing, karena kemampuan membeli bahan baku itu tidak ada, dan pihak perbankan juga belum memberikan fasilitas itu,” tutur Akbar.

3. Targetkan laba sekitar Rp2 triliun di 2026

Krakatau Steel (KRAS) Ekspor 11.600 Ton Baja Canai Panas ke Eropa. (Dok/Istimewa).

Untuk sepanjang 2026, perusahaan menargetkan pendapatan minimal Rp20 triliun, dan laba bersih sekitar 10 persen, atau setara Rp2 triliun dari target pendapatan.

“Kalau kita ambil target 10 persen daripada pendapatan Rp20 triliun, itu 10 persen dikali Rp20 triliun, itu harusnya menjadi standar minimum laba bersih daripada Krakatau Steel di 2026 ini,” ucap Akbar.

Editorial Team