ilustrasi laba bersih (IDN Times/Aditya Pratama)
Selain itu, di tengah tekanan ekonomi global, Krom Bank justru mencatat lonjakan kinerja di berbagai lini bisnis sepanjang 2025.
Pendapatan bunga bersih audited mencapai Rp1,85 triliun atau naik 92 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan Rp965 miliar pada 2024.
Bukan hanya itu, total aset tumbuh 84 persen yoy menjadi Rp12,21 triliun dan penyaluran kredit naik 103 persen yoy menjadi Rp8,63 triliun. Kemudian dana pihak ketiga (DPK) melonjak 166 persen yoy menjadi Rp8,39 triliun dan aba bersih naik 15 persen yoy menjadi Rp143 miliar.
Anton mengatakan, pencapaian tersebut diraih di tengah volatilitas pasar keuangan global, tekanan suku bunga, hingga perubahan perilaku konsumen di era digital.
“Kami melihat kondisi makro ekonomi saat ini menuntut industri perbankan untuk semakin adaptif, prudent, dan inovatif dalam menghadapi perubahan yang berlangsung sangat cepat,” ujar dia.
Anton menambahkan, pertumbuhan ekonomi digital Indonesia membuka peluang besar bagi industri perbankan digital untuk terus berkembang.