ilustrasi pertumbuhan ekonomi (unsplash.com/Mathieu Stern)
Lebih lanjut, Nixon menjelaskan dari sisi operasional, BTN juga mencatat laba operasional sebesar Rp636 miliar, meningkat 219,3 persen yoy dibandingkan Februari 2025 yang sebesar Rp199 miliar.
"Peningkatan ini mencerminkan efektivitas strategi perseroan dalam mengelola biaya sekaligus memperkuat fundamental bisnis. Pertumbuhan kinerja tersebut juga sejalan dengan peningkatan fungsi intermediasi perseroan," ungkapnya.
Hingga Februari 2026, penyaluran kredit BTN tercatat mencapai Rp341,16 triliun atau tumbuh 8,6 persen yoy dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp314,09 triliun. Peningkatan penyaluran kredit tersebut turut mendorong kenaikan pendapatan bunga perseroan pada awal tahun ini.
Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) BTN juga mencatat pertumbuhan positif dengan posisi Rp375,28 triliun atau meningkat 13,2 persen yoy dibandingkan Februari 2025 yang sebesar Rp331,63 triliun.