Jakarta, IDN Times - Laju bullish Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan ini diproyeksikan masih tak terbendung setelah menguat 0,13 persen ke level 8.936 selama sepekan terakhir. Bukan hanya itu, IHSG bahkan sempat memecahkan rekor All-Time High (ATH) lagi pada level 9.000 pada Kamis (8/1/2026) lalu dan investor asing tercatat melakukan pembelian (inflow) mencapai hingga Rp1,6 triliun di pasar reguler.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan menegaskan, pergerakan IHSG dalam sepekan terakhir dipengaruhi oleh sejumlah sentimen dari global dan domestik.
“Dari global ada hawkish BOJ (Bank of Japan) berupa ancaman "carry trade" di mana sinyal kenaikan bunga di Jepang memicu penarikan likuiditas global (unwinding carry trade). Dengan begitu investor yang meminjam yen murah untuk berinvestasi di pasar negara berkembang (seperti Indonesia) mulai memulangkan dana mereka,” kata David, dikutip Senin (12/1/2026)
Selanjutnya dari global juga ada sentimen reli harga komoditas tambang dan energi. Kenaikan harga komoditas global, terutama tembaga yang mencetak rekor tertinggi akibat permintaan teknologi AI dan kendaraan listrik, memberikan dorongan besar pada saham-saham sektor barang baku dan energi di Bursa Efek Indonesia (BEI).
