Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi rupiah melemah (IDN TImes/Aditya Pratama)
ilustrasi rupiah melemah (IDN TImes/Aditya Pratama)

Intinya sih...

  • Rupiah berpotensi bergejolak dengan penguatan terbatas

  • Dolar AS tertekan isu tarif dan ketegangan geopolitik

  • Rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif hari ini

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) saat mengawali perdagangan awal pekan, Senin (19/1/2026). Rupiah dibuka di level Rp16.893 per dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg per pukul 09.06 WIB, rupiah berada di level Rp16.906 per dolar AS, melemah 19 poin atau 0,11 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp16.887 per dolar AS.

1. Rupiah berpotensi bergejolak dengan penguatan terbatas

Pengamat pasar uang, Lukman Leong, menyampaikan pergerakan rupiah memiliki peluang menguat. Namun, ruang penguatannya dinilai masih terbatas di tengah dinamika sentimen saat ini.

"Rupiah diperkirakan akan bergejolak terhadap dolar AS dengan potensi menguat terbatas," kata dia.

2. Dolar AS tertekan isu tarif dan ketegangan geopolitik

Di sisi lain, dolar berpotensi melemah, dipengaruhi sikap investor yang tengah menghitung dampak potensi tarif baru AS terhadap negara-negara yang menentang keinginan Presiden Donald Trump untuk menguasai Greenland.

"Dolar AS melemah pagi ini, dengan investor menghitung dampak dari potensi tarif baru AS terhadap negara-negara yang menetang keinginan menguasai Greenland," ujar Lukman.

3. Rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif hari ini

Lukman memperkirakan nilai tukar rupiah akan berada dalam rentang Rp16.850 hingga Rp16.950 per dolar AS, seiring pelaku pasar terus mencermati perkembangan kebijakan dan isu geopolitik global.

Sementara itu, dalam 52 pekan terakhir, pergerakan dolar AS terhadap rupiah tercatat berada di kisaran Rp16.079-Rp17.224, dengan penguatan sejak awal tahun atau year to date (ytd) sebesar 1,24 persen.

Editorial Team