Jakarta, IDN Times - Pemerintah Malaysia mengeluarkan kebijakan baru untuk membantu maskapai penerbangan yang mengalami kendala keuangan akibat konflik di Timur Tengah. Langkah ini diambil guna menjaga kelancaran operasi penerbangan nasional di tengah kenaikan harga bahan bakar pesawat dan penyesuaian rute penerbangan internasional.
Kebijakan tersebut merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Transportasi (MOT), Otoritas Penerbangan Sipil Malaysia (CAAM), dan Malaysia Airports Holdings Bhd (MAHB). Keputusan ini diterapkan setelah ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran memicu lonjakan harga bahan bakar pesawat dari kisaran 85-90 dolar AS (Rp1,5 juta-1,59 juta) menjadi lebih dari 200 dolar AS (Rp3,54 juta) per barel.
