Jakarta, IDN Times - Mari Elka Pangestu, Wakil Kepala Dewan Ekonomi Nasional menuturkan, pertumbuhan yang berkualitas memiliki beberapa dimensi yang harus diperhatikan. Ia menyoroti 3 aspek yang paling utama dalam pertumbuhan berkualitas yang berkeadilan yakni berkelanjutan, resilience dan inklusif.
Mari memaparkan, penting untuk tak hanya memperhatikan persentase terkait peningkatan pertumbuhan, namun juga mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas. Hal tersebut dipaparkan dalam Semangat Awal Tahun 2025 oleh IDN Times dalam sesi "Bagaimana Mencapai Pertumbuhan Berkualitas yang Berkeadilan?" pada Rabu (14/1/2026) di IDN HQ, Jakarta.
Ditanya bagaimana menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, Mari menyebut, "Pertumbuhan yang sustainable itu sumber-sumber pertumbuhannya harus berkelanjutan, termasuk berkelanjutan dalam arti lingkungan. Jadi, jangan sampai jorjoran kita tumbuh sampai merusak lingkungan, akhirnya itu akan memiliki dampak negatif pada pertumbuhan di dalam waktu yang tidak terlampau lama."
Aspek kedua untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi adalah resilience. Mari menekankan pentingnya resilience terhadap economic shock. Goncangan ekonomi ini dapat disebabkan oleh finansial crisis, pandemik, serta perubahan teknologi.
"Terakhir, inklusif. Bagaimana kue ekonomi itu dibagi lebih merata. Nah, ini dimensinya banyak. Yang paling sering digunakan oleh ekonom itu namanya adalah gini coefficient," tambahnya.
IDN Times kembali menggelar Semangat Awal Tahun (SAT) by IDN Times yang menjadi forum diskusi tahunan. Acara ini digelar di IDN HQ, Jakarta Selatan, pada 14-15 Januari 2026.
SAT 2026 by IDN Times menghadirkan sejumlah pemimpin nasional, pengambil kebijakan, pelaku industri, dan tokoh-tokoh inspiratif. Dengan tema 440 Hari Pemerintahan Presiden Prabowo: Menuju Pertumbuhan yang Berkualitas, SAT 2026 dirancang buat menjangkau Milenial dan Gen Z sekaligus menjadi wadah membahas isu-isu berkembang saat ini.
SAT 2026 juga menghadirkan Awarding Session sebagai bentuk apresiasi kepada tokoh-tokoh inspiratif melalui penghargaan "Inspiring Newsmaker of The Year 2026".
