Memasuki awal 2026, pasar keuangan global bergerak semakin volatil seiring meningkatnya ketidakpastian geopolitik, arah kebijakan ekonomi bank sentral, serta dinamika politik Amerika Serikat. Salah satu instrumen pasar finansial yang bergerak paling signifikan di kuartal-I 2026 adalah emas, yang secara terus-menerus mencetak rekor tertinggi sepanjang masa, dan sudah menembus USD 5.000 per troy ons. Kondisi ini menuntut pelaku pasar untuk lebih adaptif dan responsif dalam mengambil keputusan, sekaligus membuka peluang bagi trader aktif melalui pergerakan harga yang cepat.
Sejalan dengan dinamika tersebut, aktivitas trading di Indonesia terus menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Data BAPPEBTI menunjukkan bahwa aktivitas pasar berjangka sepanjang 2025 terus menguat, dengan nilai transaksi yang meningkat hampir 50% secara tahunan. Kondisi ini mencerminkan semakin tingginya partisipasi dan minat masyarakat terhadap instrumen perdagangan berjangka domestik di tengah dinamika pasar global.
