Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Maruarar Sirait dan Pahala Nainggolan
Pahala Nainggolan dan Maruarar Sirait (IDN Times/Aryodamar)

Intinya sih...

  • Maruarar meminta pendampingan KPK dalam proyek pembangunan rumah susun subsidi di Meikarta

  • Ia ingin bangun rusun subsidi di lokasi strategis dengan akses transportasi yang baik dan fasilitas penunjang lengkap

  • Menteri PKP menegaskan seluruh proses pembangunan akan dilakukan sesuai aturan dan prinsip kehati-hatian

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait dan jajarannya, mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kedatangannya ke KPK berkaitan dengan rencana pemerintah membangun rumah susun bersubsidi di Meikarta, Jawa Barat.

Dalam pertemuan selama tiga jam, Maruarar ditemui Wakil Ketua KPK Johanis Tanak dan jajarannya. Usai pertemuan tersebut, Maruarar memastikan sudah tak ada permasalahan hukum di Meikarta, sehingga pembangunan rumah susun di kawasan tersebut bisa dilakukan.

"Hari ini saya berani menyampaikan sesudah clearance dari KPK dan dari pimpinan KPK, bahwa tidak ada masalah secara hukum di Meikarta untuk dimulai pembangunan rumah susun subsidi," ujar Maruarar di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (21/1/2026).

1. Maruarar minta pendampingan KPK

Pahala Nainggolan dan Maruarar Sirait (IDN Times/Aryodamar)

Selain itu, Maruarar juga berharap adanya pendampingan KPK dalam proyek tersebut. Harapannya, rumah susun subsidi yang dibangun bisa sesuai dengan peraturan.

"Supaya proses ini semuanya, semuanya memenuhi peraturan Perundang-Undangan dan ada pencegahan, jangan ada hal-hal yang melanggar aturan," ujarnya.

3. Maruarar ingin bangun rusun subsidi di Meikarta

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI Maruarar Sirait. (IDN Times/Yuko Utami)

Sebelumnya, Menteri PKP Maruarar Sirait memengaskan, pemerintah akan membangun rumah susun subsidi di Meikarta, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Ara pun sempat meninjau dua lokasi di kawasan Meikarta.

Menurut Maruarar, kedua lokasi memiliki potensi yang strategis untuk dikembangkan karena berada di kawasan dengan akses transportasi yang baik dan berdekatan dengan kawasan industri.

“Kalau dari sini ke kawasan industri kira-kira 2,5 kilometer, sementara titik pertama sekitar 2 kilometer. Jadi menurut saya lokasinya bagus,” ujar Ara dalam keterangannya.

Ia menjelaskan, di atas lahan sekitar 10 hektare tersebut, rencananya akan dibangun sekitar 18 tower rumah susun lengkap dengan fasilitas penunjang seperti sekolah, klinik, taman bermain, dan fasilitas olahraga, agar benar-benar menjadi lingkungan yang layak huni.

“Saya ingin rusun subsidi ini menjadi contoh yang baik bagaimana masyarakat berpenghasilan rendah bisa mendapatkan fasilitas yang layak. Kita berusaha mencari terobosan-terobosan,” kata Menteri Maruarar.

Menteri PKP menegaskan, seluruh proses pembangunan akan dilakukan sesuai aturan dan prinsip kehati-hatian, termasuk memastikan status lahan yang digunakan bukan merupakan lahan sawah. “Kalau sawah tentu tidak boleh digunakan. Itu sudah pasti,” tegasnya.

Editorial Team