Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Masih Tentukan Arah Pagi Ini, Rupiah Berpeluang Menguat
ilustrasi rupiah menguat (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Rupiah dibuka stagnan di level Rp17.653 per dolar AS pada Kamis pagi, namun dinilai masih berpotensi menguat terhadap dolar.
  • Optimisme pasar muncul setelah sinyal positif dari Presiden AS Donald Trump terkait kemajuan pembicaraan damai dengan Iran.
  • Kenaikan suku bunga acuan BI dan kebijakan moneter yang diperkuat menjadi faktor pendukung stabilitas rupiah dalam kisaran Rp17.600–Rp17.700 per dolar AS.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pagi ini uang rupiah belum banyak gerak, masih di sekitar tujuh belas ribu enam ratus lima puluh tiga per dolar. Tapi katanya bisa jadi lebih kuat. Ada harapan damai di Timur Tengah karena Pak Trump bilang ada kemajuan bicara dengan Iran. Bank Indonesia juga naikkan bunga biar rupiah makin kuat dan orang mau simpan uang di sini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terlihat belum banyak bergerak atau cenderung stagnan saat mengawali perdagangan Kamis (21/5/2026) pagi.

Mengacu pada data Bloomberg hingga pukul 09.07 WIB, mata uang Garuda masih tertahan di level Rp17.653 per dolar AS. Namun, rupiah berpotensi menguat.

1. Harapan baru dari sinyal Trump

Di balik pergerakan yang cenderung datar ini, ada optimisme yang mulai tumbuh. Pengamat pasar uang, Lukman Leong menilai rupiah sebenarnya memiliki potensi untuk menguat terhadap dolar AS.

Sentimen positif itu muncul seiring dengan adanya harapan akan kedamaian di Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump memberikan sinyal adanya kemajuan yang berarti dalam pembicaraan kesepakatan dengan Iran.

"Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS di tengah harapan damai setelah Trump memberi sinyal adanya kemajuan dalam pembicaraan kesepakatan Iran," kata Lukman.

2. Dukungan dari suku bunga BI

Selain faktor eksternal, rupiah juga mendapatkan suntikan tenaga dari kebijakan Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate pada Rabu (20/5/2026) kemarin. Itu masih menjadi sentimen pendukung yang kuat.

Sebagai informasi, kenaikan suku bunga acuan biasanya dilakukan bank sentral untuk menarik minat investor agar tetap menyimpan asetnya dalam mata uang lokal.

Dengan bunga yang lebih tinggi, mata uang tersebut diharapkan menjadi lebih menarik, sehingga nilai tukarnya bisa lebih terjaga di tengah kondisi ekonomi global yang sedang menantang.

"Kenaikan suku bunga jumbo oleh BI pada hari Rabu juga masih mendukung rupiah," ujar Lukman.

3. Proyeksi pergerakan rupiah hari ini

Dengan berbagai sentimen tersebut, Lukman memproyeksikan pergerakan nilai tukar rupiah hari ini akan berada dalam rentang di kisaran Rp17.600 hingga Rp17.700 per dolar AS.

BI optimistis nilai tukar rupiah kembali stabil dan menguat pada Juli-Agustus 2026. Keyakinan tersebut didorong penguatan kebijakan moneter, termasuk kenaikan suku bunga 50 basis poin serta optimalisasi instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Editorial Team