Jakarta, IDN Times - Masuknya Indonesia Investment Authority (INA) ke proyek Tol Trans Sumatra memberikan dampak langsung terhadap penurunan beban utang PT Hutama Karya (Persero) sebagai pengelola awal jalan tol tersebut.
Vice President of ESG INA, Fetriza Rinaldy menyampaikan, ruas jalan tol di Sumatra sebagian besar dibangun sejak 2015 oleh Hutama Karya. Pada periode tersebut, sektor infrastruktur, khususnya jalan tol, menghadapi tantangan tingginya tingkat leverage atau utang.
"Pada saat itu memang mungkin tantangannya di Indonesia ya untuk sektor infrastruktur terutama jalan tol, leverage atau utangnya tuh besar," katanya dalam Semangat Awal Tahun (SAT) 2026 by IDN Times yang menjadi forum diskusi tahunan di IDN HQ, Jakarta Selatan, Kamis (15/1/2026).
Kondisi itu membuat pengelola jalan tol, termasuk Hutama Karya mengalami keterbatasan dalam mengakses pendanaan lanjutan serta berpotensi memengaruhi aspek operasi dan pemeliharaan.
Fetriza kemudian menyinggung latar belakang pendirian INA pada 2020. Menurutnya, saat didirikan, INA memperoleh modal dari pemerintah yang selanjutnya diputar dan diinvestasikan kembali, salah satunya ke sektor jalan tol.
Dia mengatakan, ketika INA bersama mitra investasinya, yakni Algemene Pensioen Groep (APG) dan Abu Dhabi Investment Authority (ADIA) masuk ke proyek jalan tol, dampaknya langsung dirasakan oleh Hutama Karya sebagai pemilik aset sebelumnya.
"Jadi ketika INA, APG, dan ADIA masuk tentu efeknya itu juga impact-nya itu juga terasa di Hutama Karya sebagai pemilik jalan tol yang sebelumnya. Jadi kalau dulu leverage-nya cukup besar, dengan masuknya investasi dari kami dan mitra itu bisa membantu untuk menurunkan," paparnya.
Selain itu, Fetriza menyampaikan, sebelum masuknya INA dan mitra, Hutama Karya juga memperoleh jaminan dari pemerintah. Dengan adanya investasi dari INA, APG, dan ADIA, jaminan pemerintah tersebut dapat dilepas.
"Jadi mungkin itu efek yang yang dirasakan bukan hanya kepada asetnya tapi bahkan kepada pemilik asetnya terlebih dahulu," kata dia.
IDN Times kembali menggelar Semangat Awal Tahun (SAT) 2026 by IDN Times yang menjadi forum diskusi tahunan. Acara ini digelar di IDN HQ, Jakarta Selatan, pada 14-15 Januari 2026.
SAT 2026 by IDN Times menghadirkan sejumlah pemimpin nasional, pengambil kebijakan, pelaku industri, dan tokoh-tokoh inspiratif. Dengan tema 440 Hari Pemerintahan Presiden Prabowo: Menuju Pertumbuhan yang Berkualitas, SAT 2026 dirancang buat menjangkau Milenial dan Gen Z sekaligus menjadi wadah membahas isu-isu berkembang saat ini.
SAT 2026 juga menghadirkan Awarding Session sebagai bentuk apresiasi kepada tokoh-tokoh inspiratif melalui penghargaan "Inspiring Newsmaker of The Year 2026".
