Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Gubernur Banten Andra Soni
Gubernur Banten Andra Soni dalam program Semangat Awal Tahun by IDN Times, Rabu (14/1/2026). (Dok.IDN)

Intinya sih...

  • Pemerintah Provinsi Banten melakukan intervensi infrastruktur hingga ke tingkat desa

  • Diperlukan stimulus ekonomi yang kuat dan kinerja fiskal yang baik untuk mencapai pertumbuhan hingga 6 persen

  • Peran sektor swasta dan stabilitas harga penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Program Semangat Awal Tahun (SAT) 2026 by IDN Times yang digelar Rabu (14/1/2026), kembali hadir. Dalam sesi bertajuk "Bagaimana Mencapai Pertumbuhan Berkualitas dan Berkeadilan", optimisme pertumbuhan ekonomi disampaikan.

Gubernur Banten, Andra Soni, menyatakan keyakinannya, ekonomi Indonesia akan semakin membaik pada 2026. Optimisme politikus Gerindra ini didasarkan pada tren positif yang telah dirasakan Banten sejak 2025 berkat intervensi kebijakan pemerintah pusat.

“Saya optimis ya, pertama itu sudah dirasakan oleh Banten di tahun 2025 bahwa pertumbuhan ekonomi di Banten itu sangat dipengaruhi oleh kebijakan-kebijakan pemerintah pusat karena kita berada persis di sebelah Ibu Kota,” ujar Andra Soni di kantor IDN HQ, Jakarta..

Andra memaparkan, komponen ekspor dan impor, serta keberadaan kawasan industri dan pelabuhan, menjadi pendongkrak utama. Tren pertumbuhan ekonomi Banten tercatat positif di tiga kuartal selama 2025, mulai dari 5,19 persen, 5,33 persen, hingga 5,29 persen.

“Tapi kami optimis tahun 2025 mungkin kami akan di atas rata-rata nasional pertumbuhan ekonominya. Artinya, itu adalah bonus yang didapatkan oleh pemerintah Provinsi Banten,” kata dia.

1. Pemerataan pembangunan dan strategi infrastruktur desa

Gubernur Banten Andra Soni dalam acara SAT 2026. (IDN Times/Herka Yanis)

Meski pertumbuhan ekonomi mencatatkan angka positif, Andra mengakui masih ada pekerjaan rumah terkait pemerataan. Terdapat ketimpangan antara wilayah Tangerang Raya yang tumbuh pesat berkat investasi swasta dengan wilayah lain seperti Lebak.

“Ada daerah yang tumbuhnya pesat tapi ada juga daerah yang selama ini gak bisa tumbuh pesat. Saya bisa contohkan bahwa di Banten itu ada namanya Tangerang Raya berbatasannya dengan sungai, dengan Jakarta. Di situ di mana tumbuh ada Alam Sutra, BSD, kemudian Bintaro dan sebagainya itu tumbuh pesat,” ucap dia.

Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Provinsi Banten melakukan intervensi infrastruktur hingga ke tingkat desa, sejalan dengan visi pemerintah pusat.

“Sedangkan Asta Cita Pak Prabowo itu membangun dari desa untuk pertumbuhan ekonomi. Kita baru bisa membangun kurang lebih sekitar 61 ruas jalan desa dan 1 jembatan yang kewenangannya tadinya ada di kabupaten atau desa. Nah provinsi melakukan intervensi karena kita meyakini salah satu cara mengejar pertumbuhan ekonomi adalah di desa,” kata dia.

Guna mengakselerasi pertumbuhan lebih baik, Andra secara resmi mengusulkan agar Pelabuhan Cilegon diaktifkan sebagai pelabuhan ekspor-impor barang umum. Langkah ini dinilai dapat meningkatkan efisiensi biaya logistik sekaligus mengurangi kepadatan di Tanjung Priok.

“Saya pikir kalau seandainya di Banten, pelabuhan ekspor dry container juga diberi kesempatan. Saya pikir pertumbuhan Banten akan lebih besar lagi, karena pasti ekspornya akan lebih, dan biayanya lebih efisien,” ujar dia.

Selain infrastruktur, program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga menjadi motor penggerak ekonomi riil di Banten. Dengan target 1.170 dapur MBG beroperasi, perputaran uang di masyarakat diprediksi sangat besar.

“Itu dampaknya kalau seandainya sudah full kurang lebih sekitar Rp12 sampai dengan Rp13 triliun uang berputar di Banten,” ucap Andra Soni.

2. Fiskal, daya beli dan diversifikasi

Gubernur Banten Andra Soni dan Mari Elka Pangestu dalam acara SAT 2026. (IDN Times/Herka Yanis)

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Wakil Kepala Dewan Ekonomi Nasional, Mari Elka Pangestu, memberikan pandangan makro terkait target pertumbuhan ekonomi nasional. Mari menekankan, untuk mencapai pertumbuhan hingga 6 persen, diperlukan stimulus ekonomi yang kuat, kinerja fiskal yang baik, serta terjaganya daya beli masyarakat.

"Pertama, fiskalnya harus jalan, mudah-mudahan K/L dan pemerintah daerah juga menunggu agar anggaran cepat turun dan cepat dibelanjakan. Kalau gak, akan turun lagi sumber pertumbuhan dari pemerintah," ujar Mari.

Mari juga menyoroti pentingnya peran sektor swasta dan stabilitas harga. Sebab, hal ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

"Kedua, menjaga daya beli masyarakat itu ada dua komponen, tentunya bagaimana bantuan-bantuan pemerintah selama ini, plus harga. Harga harus dijaga jangan merangkak lagi. Terakhir, iklim usaha," tambahnya.

3. Indonesia punya peluang dalam ketidakpastian global

Mari Elka Pangestu dalam acara SAT 2026. (IDN Times/Herka Yanis)

Menanggapi ketidakpastian ekonomi global, Mari justru melihat adanya peluang bagi Indonesia untuk melakukan diversifikasi pasar ekspor, tidak hanya bergantung pada Amerika dan Eropa, tetapi merambah ke kawasan Asia Tenggara, Jepang, hingga Tiongkok.

"Kalau kita menghadapi risiko dan ketidakpastian, ya diversifikasi," ucap dia.

Menurutnya, perubahan peta geopolitik dapat memicu relokasi investor yang bisa dimanfaatkan oleh Indonesia.

"Jadi sebetulnya ini adalah kesempatan yang baik untuk kita memperdalam kerjasama ekonomi di kawasan kita termasuk yang berdekatan, misalnya Kalimantan dengan Malaysia atau Filipina, itu secara jarak lebih dekat," kata Mari.

IDN Times kembali menggelar Semangat Awal Tahun (SAT) 2026 by IDN Times yang menjadi forum diskusi tahunan. Acara ini digelar di IDN HQ, Jakarta Selatan, pada 14-15 Januari 2026.

SAT 2026 by IDN Times menghadirkan sejumlah pemimpin nasional, pengambil kebijakan, pelaku industri, dan tokoh-tokoh inspiratif. Dengan tema 440 Hari Pemerintahan Presiden Prabowo: Menuju Pertumbuhan yang Berkualitas, SAT 2026 dirancang buat menjangkau Milenial dan Gen Z sekaligus menjadi wadah membahas isu-isu berkembang saat ini.

SAT 2026 juga menghadirkan Awarding Session sebagai bentuk apresiasi kepada tokoh-tokoh inspiratif melalui penghargaan "Inspiring Newsmaker of The Year 2026".

Editorial Team