Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mengenal Faktor Penentu Harga Minyak, dari Produksi hingga Psikologi
Ilustrasi kenaikan harga minyak (IDN Times/Arief Rahmat)
  • Harga minyak dunia dipengaruhi oleh penawaran-permintaan, aktivitas hedger dan spekulan di pasar berjangka, serta sentimen psikologis yang membentuk ekspektasi terhadap permintaan masa depan.
  • Produksi melimpah tidak selalu menurunkan harga karena keterbatasan kapasitas kilang dan distribusi, ditambah adanya siklus harga komoditas sekitar 29 tahun yang hanya bersifat panduan historis.
  • OPEC masih berperan besar dalam mengatur pasokan global meski pengaruhnya menurun akibat produksi negara non-anggota dan faktor geopolitik seperti konflik Rusia-Ukraina yang memicu lonjakan harga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
1846

Sumur minyak komersial pertama dibor di Azerbaijan, menandai awal eksploitasi minyak modern.

1859

Amerika Serikat mulai mengebor sumur minyak komersial pertamanya, memperluas industri minyak global.

1901

Penemuan sumur Spindletop di Texas melahirkan era minyak modern dengan produksi massal besar-besaran.

1920

Puncak siklus harga komoditas tercatat terjadi pada tahun ini menurut data historis.

1958

Siklus harga komoditas kembali mencapai puncaknya, mengikuti pola sekitar 29 tahun sekali.

1960

OPEC didirikan oleh 12 negara produsen untuk mengendalikan harga minyak melalui pembatasan produksi.

1970-an

Jumlah kilang minyak di Amerika Serikat mulai berkurang, memengaruhi kapasitas pengolahan nasional.

1980

Indeks komoditas kembali mencapai puncak dalam siklus harga yang berulang setiap beberapa dekade.

2020

Selama pandemik COVID-19, permintaan minyak anjlok tajam namun harga hanya turun moderat dan cepat pulih.

2022

Invasi Rusia ke Ukraina mengacaukan pasar energi global dan mendorong harga minyak naik di atas 120 dolar AS per barel.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Faktor-faktor yang menentukan harga minyak dunia dijelaskan, mencakup penawaran dan permintaan, peran pelaku pasar seperti hedger dan spekulan, serta pengaruh sentimen pasar dan kondisi geopolitik.
  • Who?
    Pihak yang berperan meliputi organisasi OPEC, negara produsen minyak seperti Amerika Serikat, Rusia, Kanada, China, serta para pelaku pasar di bursa kontrak berjangka seperti Chicago Mercantile Exchange.
  • Where?
    Kondisi ini terjadi di pasar minyak global dengan aktivitas perdagangan utama berlangsung di pusat keuangan internasional seperti Amerika Serikat dan negara-negara anggota OPEC.
  • When?
    Perkembangan faktor penentu harga minyak berlangsung secara berkelanjutan hingga saat ini, dengan contoh fluktuasi besar terjadi pada masa pandemik COVID-19 tahun 2020 dan invasi Rusia ke Ukraina tahun 2022.
  • Why?
    Harga minyak dipengaruhi oleh keseimbangan antara pasokan dan permintaan, kebijakan produksi OPEC, aktivitas spekulatif di pasar berjangka, serta dampak psikologis dari ekspektasi ekonomi global.
  • How?
    Harga terbentuk melalui mekanisme kontrak berjangka di mana pembeli dan penjual menetapkan harga untuk waktu tertentu; perubahan produksi, distribusi kilang, serta situasi geopolitik turut menggerakkan nilai jualnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Dulu orang gali minyak dari tanah buat dipakai banyak negara. Sekarang harga minyak bisa naik turun karena tiga hal, yaitu berapa banyak yang dijual, siapa yang beli, dan perasaan orang di pasar. Kadang walau minyak banyak, harganya tetap mahal. Ada juga kelompok negara namanya OPEC yang suka atur jumlah minyak biar harga stabil.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Artikel ini menampilkan bahwa dinamika harga minyak mencerminkan keseimbangan kompleks antara produksi, permintaan, dan psikologi pasar yang menunjukkan ketahanan sistem energi global. Peran hedger dan spekulan di pasar berjangka membantu menjaga kestabilan terhadap fluktuasi ekstrem, sementara efisiensi kilang serta diversifikasi produsen memperlihatkan kemampuan industri beradaptasi menghadapi perubahan ekonomi dan geopolitik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Minyak bumi tetap menjadi pilar ekonomi global meski pengembangan energi hijau terus berjalan. Sejarah mencatat sumur komersial pertama baru dibor di Azerbaijan pada 1846, disusul Amerika Serikat (AS) pada 1859.

Dilansir Investopedia, era minyak modern sendiri diyakini lahir saat penemuan sumur Spindletop di Texas pada 1901 yang mampu berproduksi massal hingga melampaui gabungan seluruh sumur di AS saat itu.

1. Tiga faktor utama penentu harga minyak dunia

Ilustrasi harga minyak (IDN Times/Arief Rahmat)

Sebagai komoditas dengan permintaan tinggi, fluktuasi harga minyak berdampak besar bagi ekonomi. Terdapat tiga faktor kunci yang memengaruhi pergerakan harganya.

Penawaran dan permintaan: Secara teori, harga naik saat permintaan tinggi atau pasokan menipis, dan sebaliknya. Namun, realitanya harga minyak ditentukan di pasar kontrak berjangka (futures), di mana pembeli dan penjual terikat perjanjian harga dan tanggal tertentu di masa depan.

Peran hedger dan spekulan: Perdagangan kontrak berjangka didominasi oleh dua pelaku utama. Hedger, seperti maskapai penerbangan, membeli kontrak untuk melindungi diri dari kenaikan harga. Sementara spekulan hanya menebak arah harga tanpa berniat mengambil fisik minyaknya. Data Chicago Mercantile Exchange (CME) menunjukkan spekulan mendominasi pasar, sementara pembeli fisik komoditas hanya kurang dari 3 persen.

Sentimen pasar: Psikologi pasar memegang peran penting. Keyakinan bahwa permintaan akan melonjak di masa depan bisa memicu kenaikan harga saat ini karena aksi beli masif oleh spekulan dan hedger.

2. Harga tidak selalu turun saat produksi melimpah

Ilustrasi Penurunan Harga Minyak (IDN Times/Arief Rahmat)

Teori harga akan murah jika produksi melimpah tidak selalu terjadi pada minyak. Contohnya saat pandemik COVID-19 pads 2020, permintaan minyak anjlok drastis, namun harga bahan bakar hanya turun moderat dan cepat pulih.

Hal semacam itu disebabkan oleh kendala pada sektor distribusi dan pengolahan (refinery). Di Amerika Serikat, jumlah kilang justru berkurang sejak 1970-an.

Meskipun kapasitas kilang yang ada sangat besar, mereka beroperasi pada level 90 persen untuk menjaga kapasitas cadangan demi permintaan masa depan, sehingga kelebihan pasokan minyak murah tidak terjadi di pasar.

Selain itu, secara historis terdapat siklus harga komoditas sekitar 29 tahun. Puncak indeks komoditas tercatat terjadi pada 1920, 1958, dan 1980. Namun, siklus ini hanya menjadi panduan karena faktor penawaran, permintaan, dan sentimen tetap lebih dominan.

3. Pengaruh geopolitik dan peran OPEC

Ilustrasi kenaikan harga minyak (IDN Times/Arief Rahmat)

Faktor lain yang sangat memengaruhi harga adalah kartel produsen seperti OPEC. Beranggotakan 12 negara, OPEC menguasai sekitar 40 persen pasokan minyak dunia. Organisasi ini didirikan pada 1960 untuk mengendalikan harga dengan cara membatasi produksi.

Namun, pengaruh OPEC mulai terbatas seiring meningkatnya produksi dari negara non-anggota seperti Kanada, China, Rusia, dan AS. Selain itu, negara anggota sering kali melampaui kuota produksi yang telah ditetapkan.

Faktor geopolitik seperti invasi Rusia ke Ukraina pada 2022 juga sempat mengacaukan pasar hingga membuat harga melonjak di atas 120 dolar AS per barel.

Editorial Team