Ilustrasi Penurunan Harga Minyak (IDN Times/Arief Rahmat)
Teori harga akan murah jika produksi melimpah tidak selalu terjadi pada minyak. Contohnya saat pandemik COVID-19 pads 2020, permintaan minyak anjlok drastis, namun harga bahan bakar hanya turun moderat dan cepat pulih.
Hal semacam itu disebabkan oleh kendala pada sektor distribusi dan pengolahan (refinery). Di Amerika Serikat, jumlah kilang justru berkurang sejak 1970-an.
Meskipun kapasitas kilang yang ada sangat besar, mereka beroperasi pada level 90 persen untuk menjaga kapasitas cadangan demi permintaan masa depan, sehingga kelebihan pasokan minyak murah tidak terjadi di pasar.
Selain itu, secara historis terdapat siklus harga komoditas sekitar 29 tahun. Puncak indeks komoditas tercatat terjadi pada 1920, 1958, dan 1980. Namun, siklus ini hanya menjadi panduan karena faktor penawaran, permintaan, dan sentimen tetap lebih dominan.