Melalui Pramono Anung, Presiden Jokowi menyampaikan harapannya untuk Nicke. Salah satunya, Nicke bisa segera membenahi dan mereformasi Pertamina. Terutama, kata Pramono, terkait dengan penugasan luar biasa yang diberikan pemerintah kepada Pertamina untuk mengelola Mahakam, Blok Rokan, dan 8 (delapan) wilayah kerja lainnya
“Tugas ini sangat berat bagi Ibu Nicke dan tim. Mudah-mudahan, kepercayaan itu bisa ditangani secara baik,” kata Pramono, seperti dikutip dari situs Setkab.go.id.
Lalu apa alasan Presiden Jokowi memilih Nicke dari tiga nama yang diajukan? Pertama adalah Pertamina memerlukan sebuah tim yang solid dan juga orang yang bisa berbenah di internal Pertamina.
Pramono mengingatkan Pertamina ini sebuah perusahaan yang sangat besar. Jika diibaratkan kapal adalah sebuah kapal yang sangat besar, yang selama ini mendapatkan privilege dari pemerintah karena memang 100 persen sahamnya milik pemerintah.
Namun dengan perkembangan dunia usaha, menurut Seskab, Pertamina harus juga berinovasi, baik itu eksplorasi, eksploitasi, kemudian juga pemasaran, dan juga harus bertarung di dunia internasional.
“Enggak bisa hanya menggantungkan diri kepada lapangan-lapangan yang ada di dalam negeri atau di Indonesia,” tegas Pramono.
Maka dengan demikian, lanjut Seskab, Pemerintah menaruh harapan di pundak Nicke dan tim agar Pertamina bisa menjadi sebuah perusahaan perminyakan, gas dan perminyakan yang world class. “Dan itulah yang menjadi harapan pemerintah dalam hal ini,” tegasnya.