Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mengenal Stealth Wealth, Gaya Hidup Diam-Diam Orang Kaya
ilustrasi billionaires, orang kaya (vecteezy.com/Ahmad Juliyanto)
  • Stealth wealth adalah gaya hidup yang menekankan kesederhanaan dan kerahasiaan finansial, di mana seseorang memilih tidak menonjolkan kekayaan meski memiliki kemampuan ekonomi tinggi.
  • Pendekatan ini membantu menghindari perhatian negatif, menjaga keamanan finansial, serta mendukung perencanaan jangka panjang melalui kebiasaan menabung dan investasi yang konsisten.
  • Penerapannya dimulai dengan evaluasi keuangan pribadi, mengurangi pengeluaran tidak penting, dan mengalihkan dana untuk tujuan finansial seperti tabungan, investasi, atau kebutuhan masa depan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Konsep stealth wealth atau gaya hidup “kaya tapi tidak terlihat” hadir sebagai alternatif di tengah maraknya pamer kekayaan, terutama di media sosial (medsos).

Pendekatan tersebut menekankan pengelolaan keuangan yang lebih hati-hati dan tidak mencolok sebagai cara menjaga stabilitas finansial.

1. Apa itu stealth wealth?

ilustrasi orang low profile (pexels.com/RDNE Stock project)

Dilansir The Motley Fool, stealth wealth merujuk pada kebiasaan menyembunyikan kondisi finansial yang sebenarnya. Orang yang menjalani prinsip ini cenderung tidak menunjukkan kekayaan secara terang-terangan.

Dalam praktiknya, mereka tetap memilih gaya hidup sederhana, seperti menggunakan kendaraan biasa atau tinggal di hunian yang tidak mencolok. Meski memiliki kemampuan finansial untuk hidup mewah, mereka lebih memilih berbaur dengan lingkungan sekitar.

Prinsip utamanya adalah menjaga keamanan finansial dengan bersikap bijak dan tidak berlebihan dalam menunjukkan kekayaan, sehingga dapat menghindari berbagai risiko yang mungkin muncul.

2. Alasan perlu mempertimbangkan stealth wealth

ilustrasi pria low profile (unsplash.com/Warren)

Ada sejumlah alasan yang membuat pendekatan ini dinilai relevan. Salah satunya berkaitan dengan upaya menghindari perhatian yang tidak diinginkan. Ketidaksesuaian antara gaya hidup yang ditampilkan dan laporan keuangan dapat memicu kecurigaan otoritas pajak. Selain itu, pamer kekayaan juga berpotensi menarik pihak-pihak dengan niat negatif.

Di sisi lain, gaya hidup ini juga mendukung perencanaan keuangan jangka panjang. Dengan menekan pengeluaran yang tidak perlu, seseorang bisa lebih fokus pada tujuan seperti menyiapkan dana pensiun, berinvestasi, atau membangun aset untuk masa depan. Pola ini mendorong kebiasaan menabung dan investasi yang lebih konsisten.

Dari sisi psikologis, hidup tanpa tekanan untuk selalu terlihat sukses juga dapat mengurangi beban mental. Tidak adanya tuntutan untuk mengikuti standar gaya hidup tertentu membantu menekan stres yang kerap muncul akibat persaingan sosial.

3. Cara menerapkan stealth wealth

ilustrasi seorang yang low profile (freepik.com/freepik)

Penerapan gaya hidup ini bisa dimulai dari langkah sederhana, yakni mengevaluasi kondisi finansial saat ini. Pola pengeluaran perlu dilihat kembali, terutama jika selama ini lebih banyak digunakan untuk hal-hal yang tidak memberikan manfaat jangka panjang.

Selanjutnya, pengeluaran yang tidak penting dapat dialihkan ke tujuan keuangan yang lebih jelas. Dana tersebut bisa digunakan untuk menabung, berinvestasi, atau mempersiapkan kebutuhan besar seperti pembelian rumah.

Dengan mempertahankan gaya hidup yang tidak berlebihan, peluang untuk memperkuat kondisi finansial dinilai lebih terbuka. Fokus utama dalam pendekatan ini adalah menjaga kestabilan jangka panjang dibanding memenuhi kebutuhan sesaat.

Editorial Team