Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Menteri ESDM: Kepemilikan Freeport Mencapai 63 Persen pada 2041
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut, akan ada divestasi tambahan terkait kepemilikan saham Indonesia di PT Freeport. (YouTube/

Jakarta, IDN Times - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut, akan ada divestasi tambahan terkait kepemilikan saham Indonesia di PT Freeport.

Hal ini merupakan buntut dari adanya Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat. Pada 2041 nanti, total kepemilikan saham Indonesia di Freeport diperkirakan mencapai 63 persen.

"Saat ini komposisi saham Indonesia adalah 51 persen. Dalam perpanjangan ini, akan dilakukan divestasi tambahan 12 persen kepada negara tanpa biaya akuisisi saham, sehingga total kepemilikan Indonesia menjadi 63 persen pada tahun 2041," ujar Bahlil dalam sesi jumpa pers, Jumat (20/2/2026).

Bahlil menyebut, dalam dua tahun terakhir, pemerintah Indonesia bersama MIND ID dan Freeport McMoRan sudah melakukan negosiasi intens soal kepemilikan saham ini.

Dia juga mengungkapkan, puncak produksi Freeport akan terjadi pada 2035. Ketika itu, produksi konsentrat mencapai sekitar 3,2 juta ton per tahun, menghasilkan sekitar 900 ribu ton tembaga dan 50–60 ton emas.

"Karena puncak produksi diperkirakan pada 2035, maka penting bagi kita untuk memastikan keberlanjutan operasional di Timika, Papua," ujar Bahlil.

Saat ini komposisi saham Indonesia di Freeport adalah 51 persen. Dengan rencana kenaikan menjadi 63 persen, sebagian saham juga nantinya akan diberikan kepada pemerintah Papua.

Editorial Team