Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Menteri ESDM Ungkap Etanol Masih Mungkin Diimpor dari AS
Menteri ESDM
  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan impor etanol dari Amerika Serikat masih dimungkinkan setelah adanya Agreement on Reciprocal Trade, hingga produksi dalam negeri mencukupi.
  • Pemerintah berencana mewajibkan pencampuran bensin dengan etanol sebagai strategi memperkuat ketahanan energi dan membuka peluang usaha baru di Indonesia.
  • Selain etanol, pemerintah juga membuka peluang investasi bagi perusahaan AS di sektor tambang dan mineral kritikal seperti nikel serta logam tanah jarang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, menyebut selepas adanya Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat, impor etanol masih dimungkinkan.

"Sampai produksi dalam negeri mencukupi, impor etanol masih dimungkinkan, termasuk dari Amerika Serikat," ujar Bahlil dalam sesi jumpa pers, Jumat (20/2/2026).

Bahlil menyebut, hadirnya etanol merupakan upaya ketahanan energi yang coba dilakukan Indonesia. Bahkan, ada rencana mencampur bensin dengan etanol sebagai sebuah kewajiban.

"Selanjutnya terkait etanol. Salah satu strategi untuk mendorong ketahanan energi adalah dengan mencampur bensin dengan etanol secara mandatory. Tujuannya adalah menciptakan peluang usaha baru di Indonesia," ujar Bahlil.

Sebelumnya, Bahlil juga membuka peluang bagi perusahaan-perusahaan dari AS masuk mengelola tambang di Indonesia. Pemerintah Indonesia siap memfasilitasi.

Tidak cuma etanol, pemerintah Indonesia juga siap memfasilitasi perusahaan AS untuk berinvestasi di sektor mineral kritikal seperti nikel, logam tanah jarang, hingga komoditas strategis di Indonesia.

Editorial Team