Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Millennial di Tiongkok Kesulitan Dapat Kerja, Ini Alasannya
Ilustrasi bekerja di kantor. (IDN Times/Panji Galih Aksoro)

Jakarta, IDN Times - Satu tahun sejak pandemik virus corona melanda, kaum muda di Tiongkok masih kesulitan mencari pekerjaan.

“Tingkat pengangguran bagi mereka yang berusia 16 hingga 24 tahun berada di 13,1 persen pada Februari, jauh di atas tingkat pengangguran perkotaan nasional sebesar 5,5 persen,” kata Biro Statistik Nasional, Senin, 15 Maret 2021.

Tingkat pengangguran kaum muda 13,1 persen itu sama dengan tingkat pada kuartal pertama tahun lalu, puncak wabah virus corona di Tiongkok.

1. Momentum pemulihan melambat mungkin jadi alasan perusahaan tidak membuka lowongan kerja

Ilustrasi rapat virtual. (IDN Times/Arief Rahmat)

Bruce Pang, kepala penelitian makro dan strategi di China Renaissance mengatakan, angka pengangguran yang stagnan berarti tantangan COVID-19 masih membayangi.

Selain itu, ia juga menyebut kontraksi tenaga kerja dari survei bulanan pemerintah dan pihak ketiga, menunjukkan perusahaan-perusahaan mungkin tidak ingin mengisi kekosongan karena momentum dalam pemulihan ekonomi melambat.

“Angka yang tinggi menyiratkan tantangan berkelanjutan dari setengah pengangguran dan tekanan di pasar kerja,” kata Pang.

2. Persaingan tinggi juga menjadi faktor lain

Ilustrasi bekerja di rumah (IDN Times/Arief Rahmat)

Di sisi lain, kaum muda di Tiongkok dilaporkan menghadapi persaingan yang sangat tinggi untuk mendapatkan pekerjaan. Tahun ini, rekor 9,09 juta siswa diharapkan memasuki dunia kerja, melampaui rekor tahun lalu sebesar 8,74 juta, menurut angka resmi.

Bahkan, sebelum pandemik virus corona, jumlah pekerjaan perkotaan baru turun menjadi 13,52 juta pada 2019, turun dari 13,61 juta pada 2018, menurut angka resmi.

“Tahun lalu, saat dunia berjuang untuk pulih dari pandemik, hanya 11,86 juta pekerjaan perkotaan baru yang tercipta,” menurut angka resmi.

3. Tiongkok menargetkan menciptakan 11 juta pekerjaan perkotaan baru tahun ini

Ilustrasi Work From Home (IDN Times/Arief Rahmat)

Tiongkok menargetkan untuk menciptakan 11 juta pekerjaan perkotaan baru tahun ini, dan mencapai tingkat pengangguran 5,5 persen.

Dalam tinjauan tahunan ekonomi bulan ini, Perdana Menteri Li Keqiang mengatakan, ada tekanan yang meningkat untuk memastikan orang-orang memiliki pekerjaan. Ekonomi Tiongkok tumbuh 2,3 persen tahun lalu dan pihak berwenang telah menetapkan target pertumbuhan konservatif lebih dari 6 persen untuk tahun ini.

Editorial Team