Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Momen Menkeu Purbaya Sindir Ekonom yang Sebut Ekonomi RI Masuk Krisis
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa usai Rakortas di Kemenko Perekonomian. (IDN Times/Triyan)
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan ekonomi Indonesia masih stabil dan jauh dari krisis, dengan pertumbuhan triwulan IV 2025 mencapai 5,39 persen serta proyeksi triwulan I 2026 sekitar 5,5 persen.
  • Berbagai indikator seperti PMI, indeks kepercayaan konsumen, penjualan ritel, dan penjualan mobil menunjukkan tren positif; penjualan mobil bahkan tumbuh sekitar 7 persen setelah sempat kontraksi tahun lalu.
  • Purbaya mengingatkan agar kritik terhadap kondisi ekonomi disampaikan berdasarkan data terkini, bukan sekadar persepsi yang dapat memicu sentimen negatif di masyarakat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi narasi sejumlah ekonom yang menyebut perekonomian Indonesia menuju resesi.

Purbaya menilai, banyak pihak menyebarkan sentimen negatif tanpa melihat kondisi fundamental perekonomian secara utuh. Menurutnya, jika memang ada masalah dalam ekonomi, pemerintah siap memperbaikinya. Namun ia menegaskan bahwa kondisi perekonomian saat ini masih baik.

“Mereka nggak pernah belajar ekonomi, nggak pernah kuliah ekonomi. Mau debatnya di mana? Saya debat sama orang pinggir jalan yang nggak jelas jadinya. Orang di warung-warung masih jago baca-baca begini, ini enggak. Karena mereka punya kemauan. Kenapa nggak saya ajak debat? Kalau nggak pernah belajar ekonomi, saya ajak debat bagaimana?” tegas Purbaya saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (16/3/2026).

1. Tak ada tanda-tanda krisis di dalam negeri

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (IDN Times/Triyan)

Purbaya menegaskan, pemerintah tidak melihat adanya tanda-tanda krisis dalam perekonomian saat ini. Menurutnya, aktivitas konsumsi masyarakat masih berjalan baik dan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga.

“Enggak lah, kita enggak krisis. Ekonomi kita masih bagus, masyarakat masih berbelanja,” ujar Purbaya.

Ia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan IV 2025 tercatat sebesar 5,39 persen. Sementara pada triwulan I 2026, pemerintah memperkirakan ekonomi dapat tumbuh sekitar 5,5 persen, bahkan berpotensi lebih tinggi.

“Enggak, kita masih bagus. Triwulan IV 2025 kemarin tumbuh 5,39 persen. Triwulan ini mungkin 5,5 persen atau lebih,” kata Purbaya.

2. Data manufaktur hingga penjualan mobil tercatat naik

Ilustrasi cadangan devisa. (IDN Times/Arief Rahmat)

Selain pertumbuhan ekonomi, Purbaya juga menyoroti sejumlah indikator lain yang menunjukkan perbaikan kondisi ekonomi, seperti Purchasing Managers’ Index (PMI), indeks kepercayaan konsumen, indeks penjualan ritel, hingga penjualan mobil. Menurutnya, data dari berbagai lembaga menunjukkan arah yang sama, yakni aktivitas ekonomi yang masih meningkat.

“Ada PMI. Ada consumer confidence yang disurvei Bank Indonesia dan Lembaga Penjamin Simpanan. Ada juga retail sales index dari BI yang naik. Penjualan mobil dari asosiasi juga meningkat,” ujarnya.

Purbaya menambahkan, penjualan mobil bahkan tercatat tumbuh sekitar 7 persen setelah sebelumnya sempat mengalami kontraksi pada tahun lalu. Hal tersebut dinilai menjadi indikasi bahwa daya beli masyarakat masih terjaga.

“Kalau kita lihat grafiknya, naik cukup kuat. Pertumbuhan terakhir sekitar 7 persen. Padahal tahun lalu sempat negatif,” kata Purbaya.

3. Kritik harus berdasarkan data terkini

ilustrasi cadangan devisa (unsplash.com/ Viacheslav Bublyk)

Ia juga menilai, sebagian komentar negatif mengenai kondisi ekonomi lebih banyak membangun persepsi ketimbang berdasarkan analisis data yang tersedia.

“Kalau tidak berbasis data, itu hanya menimbulkan sensasi dan sentimen negatif terhadap ekonomi,” ujarnya.

Editorial Team