Jakarta, IDN Times - Lonjakan utang global makin jadi sorotan pada 2025. Sejumlah negara bahkan memiliki total utang yang nilainya jauh melampaui produk domestik bruto (PDB) mereka.
Data terbaru dari Visual Capitalist yang dikutip dari Global Debt Monitor milik Institute of International Finance, beberapa ekonomi utama sekarang memiliki total beban utang yang melebihi 300 persen dari PDB.
Hal tersebut berarti gabungan pinjaman rumah tangga, korporasi, dan pemerintah mereka bernilai lebih dari tiga tahun output ekonomi.
Di tengah daftar negara dengan 35 utang jumbo yang divisualisasikan oleh Visual Capitalist, posisi Indonesia ternyata masih relatif rendah dibanding banyak negara lain, termasuk beberapa tetangga di ASEAN.
