Jakarta, IDN Times - Perusahaan teknologi Nvidia dan raksasa farmasi asal Amerika Serikat (AS), Eli Lilly mengumumkan investasi senilai 1 miliar dolar AS (Rp16,8 triliun) untuk membangun laboratorium riset bersama di kawasan Teluk San Francisco.
Laboratorium tersebut akan difokuskan pada riset dan pengembangan akal imitasi (AI) untuk mempercepat proses penemuan dan pengembangan obat baru. Proyek ini juga akan memanfaatkan chip AI generasi terbaru Nvidia Vera Rubin dalam periode kerja sama selama lima tahun ke depan.
Kolaborasi ini diharapkan memperkuat integrasi teknologi komputasi canggih dengan penelitian biomedis guna meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam inovasi farmasi.
