Jakarta, IDN Times - OpenAI resmi membuka laboratorium akal imitasi (AI) terapan pertamanya di luar Amerika Serikat (AS), yang berlokasi di Singapura. Pembukaan fasilitas ini merupakan bagian dari nilai investasi perusahaan sebesar lebih dari 300 juta dolar Singapura (Rp4,14 triliun) untuk mengembangkan teknologi AI di kawasan Asia.
Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Kementerian Pembangunan Digital dan Informasi (MDDI) Singapura. Kehadiran laboratorium baru ini menjadi inti dari nota kesepahaman (MoU) antara pemerintah Singapura dan OpenAI melalui inisiatif bertajuk "OpenAI for Singapore", yang bertujuan mendorong pemanfaatan AI pada sektor layanan publik, keuangan, dan kesehatan.
