Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi orang terkaya di Malaysia
ilustrasi orang terkaya di Malaysia (unsplash.com/Hunters Race)

Intinya sih...

  • Robert Kuok (Rp238,2 triliun), pebisnis terkaya di Malaysia dengan kekayaan dari berbagai bidang bisnis seperti perhotelan dan kecerdasan buatan.

  • Quek Leng Chan (Rp177,4 triliun), mendapat kekayaan dari kerajaan bisnis keluarga Hong Leong Co. yang bergerak di bidang keuangan, properti, dan makanan.

  • Lee Thiam Wah (Rp119,9 triliun), pemilik jaringan minimarket terbesar di Malaysia yang berkembang dari toko kecil hingga 2.700 gerai dengan ekspansi bisnis melalui bursa saham.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Malaysia memiliki sejumlah tokoh bisnis yang memiliki kekayaan fantastis. Bahkan kekayaan mereka bisa tembus hingga ratusan triliun rupiah. Mereka berasal dari berbagai bidang bisnis, mulai dari keuangan hingga fashion dan retail. 

Jika kamu penasaran siapa saja orang-orang terkaya di Malaysia Januari 2026 ini, serta berapa kekayaan dan apa saja bidang bisnisnya. Maka kamu bisa cek artikel ini, karena IDN Times bakal bahas lho. Jadi, langsung simak pembahasannya di bawah ini, ya!

1. Robert Kuok (Rp238,2 triliun), bergerak di berbagai bidang bisnis dari perhotelan hingga kecerdasan buatan

ilustrasi orang terkaya di Malaysia (unsplash.com/Tyler Franta)

Robert Kuok merupakan pebisnis yang namanya sering terdengar mewarnai daftar orang terkaya di Malaysia, bahkan Asia Tenggara. Kekayaannya saat ini mencapai 14,1 miliar dolar AS atau sekitar Rp238,2 triliun. Kekayaannya berasal dari berbagai bidang bisnis yang dikerjakan oleh Kuok Group yang didirikannya. Kerajaan bisnis ini bergerak di bidang properti, logistik, perhotelan, hingga agribisnis. 

Salah satu yang membuat Robert Kuok terkenal karena kekayaannya adalah bisnisnya di bidang perhotelan melalui Shangri-La Hotels and Resorts yang dikenal sebagai salah satu hotel mewah dunia. Bahkan Kuok Group juga sudah merambah ke bisnis masa depan melalui K2 Strategic yang bergerak di bidang kecerdasan buatan. Gak heran kalau kekayaannya banyak banget!

2. Quek Leng Chan (Rp177,4 triliun), kekayaannya didapat dari kerajaan bisnis keluarga yang dibangun sejak 1920-an

ilustrasi orang terkaya di Malaysia (pexels.com/Monstera Production)

Quek Leng Chan mendapat kekayaannya dari grup bisnis keluarga bernama Hong Leong Co.. Dia menjabat sebagai executive chairman di perusahaan besar ini. Kekayaannya saat ini tembus 10,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp177,4 triliun. Kerajaan bisnis yang membuatnya kaya sudah dibangun secara turun-temurun sejak 1920-an. 

Sehingga, tak heran jika kekayaan yang dimilikinya tembus ratusan triliun rupiah hingga saat ini. Quek Leng Chan bergerak di bidang keuangan, properti, dan makanan, sehingga bidang bisnisnya cukup terdiversifikasi. Belum lagi sepupunya, Kwek Leng Beng, memimpin Hong Leong Co. Singapura, sehingga bisnis keluarga ini meluas hingga ke luar Malaysia.

3. Lee Thiam Wah (Rp119,9 triliun), pemilik jaringan minimarket terbesar di Malaysia yang berawal hanya dari sebuah toko kecil

ilustrasi orang terkaya di Malaysia (pexels.com/RDNE Stock project)

Lee Thiam Wah dikenal sebagai pemilik 99 Speed Mart Retail Holdings, jaringan minimarket terbesar di Malaysia. Kekayaannya mencapai 7,1 miliar dolar AS atau sekitar Rp119,9 triliun. Saat ini, minimarket milik Lee Thiam Wah sudah mencapai 2.700 gerai lho. 

Meski menjadi pemilik jaringan minimarket terbesar di Malaysia, siapa mengira bisnisnya dirintis hanya dari sebuah toko kecil pada 1987. Berkat ketekunannya, dia berhasil melebarkan bisnisnya menjadi pemimpin di sektor ritel kebutuhan sehari-hari. Bahkan dia mendapat 532 juta dolar AS atau sekitar Rp9 triliun melalui bursa saham Malaysia pada 2024 lalu. Ini menjadikan dirinya mampu melakukan ekspansi bisnis lebih besar lagi.

4. Koon Poh Keong (Rp103 triliun), pemilik pabrik aluminium terbesar di Malaysia yang didirikan saat resesi

ilustrasi bisnis orang terkaya di Malaysia (pexels.com/Kateryna Babaieva)

Koon Poh Keong bergerak di bidang manufaktur melalui Press Metal, produsen aluminium terintegrasi terbesar di Malaysia. Perusahaan ini merupakan bisnis keluarga. Karena dia mendirikannya bersama empat saudaranya. Kekayaannya kini mencapai 6,1 miliar dolar AS atau sekitar Rp103 triliun. 

Menariknya, dia pertama kali mendirikan perusahaan saat Malaysia sedang mengalami resesi. Sehingga modalnya sangat terbatas, bahkan pabriknya pun hanya sewaan. Berkat manajemen yang baik di kursi kepemimpinan, dia bersama saudara-saudaranya yang duduk di jajaran eksekutif, mampu mengembangkan bisnisnya hingga besar seperti sekarang.

5. Jeffrey Cheah (Rp77,7 triliun), beralih dari tambang ke sektor properti hingga fintech untuk diversifikasi bisnis

ilustrasi bisnis orang terkaya di Malaysia (pexels.com/Leeloo The First)

Jeffrey Cheah awalnya merupakan pebisnis tambang, khususnya timah. Namun, dia berkembang menjadi pebisnis dengan bidang yang lebih terdiversifikasi. Bisnisnya saat ini berada di sektor properti, infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Dia menjalani bisnisnya sebagai executive chairman Sunway Group dengan kekayaan 4,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp77,7 triliun. 

Tak hanya berbisnis sendirian, anak-anak Jeffrey juga bergerak di bidang bisnis, sehingga gak menutup kemungkinan Sunway Group akan menjadi bisnis keluarga di kemudian hari. Pada 2026 ini, Sunway Group rencananya akan fokus pada layanan publik berbasis kesehatan dengan pengembangan rumah sakit. Gak hanya itu, Jeffrey juga mengekspansi bisnisnya ke bidang financial technology (fintech) di kawasan dekat Singapura, menjadikan ide diversifikasi bisnis yang makin luas.

Ternyata orang terkaya di Malaysia Januari 2026 punya harta triliunan dengan berbagai bidang bisnis yang digeluti, ya. Setelah mengetahuinya, menunjukkan bagaimana kekuatan bisnis, investasi jangka panjang, dan ekspansi bisnis berperan besar dalam membangun kekayaan. Dominasi sektor properti, ritel, dan manufaktur mencerminkan arah pertumbuhan ekonomi Malaysia saat ini. Perjalanan para triliuner ini juga menjadi inspirasi bahwa konsistensi dan visi jangka panjang adalah kunci menjadi sukses.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team