Jakarta, IDN Times - Laporan Global Islamic Fintech (GIFT) 2025-2026 yang dirilis oleh DinarStandard dan Elipses mengungkapkan, pasar fintech syariah Indonesia diperkirakan mencapai volume transaksi sebesar 10,0 miliar dolar AS atau Rp167 triliun (dengan kurs Rp16.700 per dolar AS) pada 2024-2025.
Angka ini diproyeksikan terus meningkat, mencapai 17 miliar dolar AS atau Rp289 triliun pada 2029. Laporan tersebut juga menunjukkan, Indonesia berada di posisi keempat dalam ekosistem paling kondusif untuk pengembangan fintech syariah.
"Dengan 58 perusahaan fintech syariah terdaftar, Indonesia menjadi rumah bagi lebih dari 10 persen dari total perusahaan fintech syariah di dunia, menjadikannya sebagai produsen fintech syariah terbesar ketiga di dunia," tulis laporan tersebut, Senin (2/2026).
