Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pemerintah Petakan 30 Lokasi buat Pensiunkan PLTD Diganti PLTS
ilustrasi emisi karbon yang dihasilkan oleh PLTD (unsplash.com/Marcin Jozwiak)
  • Pemerintah menyiapkan konversi PLTD berbahan solar menjadi PLTS sebagai bagian dari target pembangunan energi surya nasional sebesar 100 gigawatt.
  • Program ini memprioritaskan wilayah 3T seperti Simeulue, Nias, Mentawai, dan Enggano yang masih bergantung pada listrik diesel dan belum tersambung ke jaringan utama.
  • Lebih dari 30 lokasi di Kawasan Timur Indonesia telah ditetapkan untuk tahap awal, dengan pelaksanaan dimulai setelah Lebaran 2026 usai laporan resmi kepada Presiden Prabowo.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah tengah mematangkan rencana besar untuk mengonversi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) berbahan bakar solar menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menjelaskan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari target ambisius pembangunan PLTS berkapasitas 100 gigawatt.

"Ya itu kan bagian dari rencana untuk PLTS 100 gigawatt. Jadi mana yang jadi dedieselisasi, ini kan daerah-daerah yang masih dialiri listrik dengan menggunakan diesel itu akan kita konversi menjadi PLTS," katanya di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (13/3/2026).

1. Sasar wilayah 3T

ilustrasi gedung PLTD (Unsplash.com/Jakub Pabis)

Yuliot memaparkan, prioritas utama program tersebut adalah wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Beberapa lokasi yang menjadi sasaran utama mencakup pulau-pulau terluar seperti Simeulue, Nias, Mentawai, hingga Enggano.

"Pulau-pulau terluar lain itu kan sebagian besar itu masih memakai diesel kan. Itu ada di daerah-daerah 3T yang belum, ini kan masih sifatnya belum tersambung ke grid, itu mereka itu masih menggunakan diesel," ujarnya.

2. Lebih dari 30 lokasi di kawasan Timur jadi prioritas

Menilik PLTD Lueng Bata, pembangkit tertua di Serambi Mekah (dok. PLN)

Terkait target pelaksanaan, Yuliot mengungkapkan, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (Gatrik) serta Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) telah mengidentifikasi sejumlah titik potensial.

Pemerintah memprioritaskan Kawasan Timur Indonesia sebagai lokasi awal pengembangan. Sejauh ini, sudah ada lebih dari 30 lokasi yang masuk dalam daftar prioritas pemerintah untuk segera dieksekusi.

"Angka ini sudah lebih dari 30 lokasi yang kita prioritaskan," kata mantan Wakil Menteri Investasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) itu.

3. Bahlil sudah melapor ke Prabowo

Presiden Prabowo memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025. (Youtube.com/Sekretariat Presiden)

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia telah menghadap Presiden Prabowo Subianto untuk melaporkan progres kerja satuan tugas (satgas) percepatan transisi energi.

Bahlil mengungkapkan, pemerintah akan segera mengambil langkah setelah masa libur Lebaran 2026. Fokus utamanya adalah mematikan seluruh PLTD berbahan bakar solar dan menggantinya dengan energi baru dan terbarukan (EBT).

"Mungkin pasca Hari Raya ini sudah bisa action, dan pertama yang kita selesaikan adalah diesel-diesel, PLTU-PLTU yang dari solar, akan kita selesaikan semua dengan PLTS, dan juga adalah geothermal," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (12/3/).

Editorial Team