Jakarta, IDN Times - Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menargetkan program-program kebudayaan pada 2026 tidak hanya berdampak pada pelestarian budaya, tetapi juga mampu mendongkrak perekonomian masyarakat.
Hal ini mengemuka dalam rapat sinkronisasi, koordinasi, dan pengendalian kebijakan bidang kebudayaan 2026 yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) di Jakarta, Rabu, 18 Februari 2026. Rapat yang dipimpin Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Warsito ini bertujuan menyelaraskan program kebudayaan antar-kementerian dan lembaga dengan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2026.
Salah satu program yang dimaksudkan Warsito adalah Rumah Budaya Indonesia (RBI). Ia ingin program tersebut dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. "RBI, misalnya, bukan hanya sarana diplomasi budaya, tetapi juga pengungkit ekonomi masyarakat," kata Warsito dikutip dalam keterangan pers, Kamis (19/02/2026).
Sebagai informasi, Kementerian Kebudayaan sendiri memaparkan sejumlah program unggulan, seperti penguatan Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK), pengembangan Data Pokok Kebudayaan (DAPOBUD), percepatan penyusunan Rencana Aksi Nasional Pemajuan Kebudayaan (RANPK), pengelolaan warisan budaya dunia UNESCO, hingga pengembangan RBI dan pengelolaan museum serta taman budaya.
