Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Perantara Keuangan: Pengertian, Keunggulan, Peranan, dan Jenisnya
Ilustrasi Bank. (IDN Times/Aditya Pratama)

Pernahkah kamu mendengar tentang perantara keuangan? Kamu sering sekali berinteraksi dengan perantara keuangan, lho.

Perantara keuangan yang biasa kamu temui contohnya adalah bank umum, pialang saham, bursa efek, dan masih banyak lagi. Dalam sistem keuangan, perantara ini memiliki peranan besar dalam perekonomian negara. 

Untuk lebih jelasnya, kamu bisa menyimak penjelasan mengenai perantara keuangan berikut ini. Pastikan kamu membacanya sampai akhir, ya.

1. Pengertian perantara keuangan

ilustrasi transaksi. (IDN Times/Aditya Pratama)

Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perantara keuangan adalah suatu organisasi pasar uang yang mendapatkan izin dari pembeli, penjual, peminjam, dan pemiliki dana untuk melakukan pengeloloan uang. Uang tersebut dikelola untuk memperoleh nilai lebih atas uang tersebut. 

Perantara keuangan ini dapat berupa lembaga maupun perorangan. Sedangkan untuk contoh dari perantara keuangan adalah bank umum, bursa efek, bank investasi, pialang saham, hingga dana investasi gabungan. 

2. Keunggulan dan kekurangan perantara keuangan

ilustrasi antrean bank (IDN Times/Besse Fadhilah)

Keunggulan dari menggunakan perantara keuangan di antaranya:

  • Keuntungan biaya daripada peminjaman/peminjaman langsung dibandingkan dengan yang lainnya.
  • Perlindungan kegagalan pasar, di mana kebutuhan pemberi pinjaman dan peminjam yang saling bertentangan direkonsiliasi sehingga dapat mencegah kegagalan pasar.
  • Rekonsiliasi preferensi yang bertentangan dari pemberi pinjaman dan peminjam.
  • Perantara penghindar risiko membantu menyebarkan dan mengurangi risiko sehingga uang yang dialokasikan lebih aman.
  • Skala ekonomi menggunakan perantara keuangan mengurangi biaya pinjaman dan pinjaman dibandingkan dengan yang lainnya.
  • Ruang lingkup ekonomi, di mana perantara berfokus pada permintaan pemberi pinjaman dan peminjam serta mampu meningkatkan produk dan layanan mereka dengan menggunakan input yang sama untuk menghasilkan output yang berbeda

Kekurangan dari menggunakan perantara keuangan di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Kurangnya transparansi karena proses pengolahan uang tidak diperlihatkan.
  • Perhatian yang tidak memadai terhadap masalah lingkungan dan sosial.
  • Kegagalan menghubungkan dengan dampak pembangunan.

3. Peranan perantara keuangan

Para nasabah melakukan transaksi di BNI (Dok. IDN Times/BNI)

Perantara keuangan memiliki peranan yang cukup luas. Hal tersebut dikarenakan peran ini dilakukan oleh lembaga bank maupun non-bank. 

Umumnya, fungsi utama dari perantara keuangan ini adalah sebagai media penghubung untuk memfasilitasi transaksi pengelolaan keuangan. Caranya dengan menyediakan sumber daya dana untuk perusahaan. 

4. Macam-macam perantara keuangan

Ilustrasi bank (IDN Times/Arief Rahmat)

Lembaga yang menjadi perantara keuangan terbagi menjadi dua, Lembaga keuangan bank dan non-bank. Berikut merupakan contoh dari masing-masing jenis perantara keuangan.

  • Lembaga Keuangan Bank, contoh dari perantara keuangan bank adalah bank umum, bank sentral, dan bank perkreditan rakyat.
  • Lembaga Keuangan Non-Bank, contoh dari perantara keuangan non-bank adalah reksadana, pialang, asuransi, perusahaan sekuritas, dan masih banyak lagi.

Itulah penjelasan mengenai perantara keuangan. Kamu pasti sering berinteraksi dengan perantara keuangan ini, kan?

Editorial Team