Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Perang di Iran Kerek Harga BBM, Ini Bedanya BBM Subsidi vs Nonsubsidi
Ilustrasi pengisian BBM. (Dok. PPN Sumbagsel).
  • Kenaikan harga BBM di Indonesia dipicu lonjakan harga minyak dunia dan ketegangan geopolitik di Iran yang berdampak pada biaya rumah tangga serta operasional perusahaan.
  • BBM subsidi mendapat dukungan dana APBN, dijual dengan harga lebih murah, memiliki kuota terbatas, dan hanya untuk konsumen yang memenuhi kriteria tertentu.
  • BBM non subsidi tidak menerima bantuan pemerintah, harganya mengikuti mekanisme pasar, serta diawasi melalui regulasi seperti Undang-Undang Migas No. 22 Tahun 2001.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri dipengaruhi oleh lonjakan harga minyak dunia. Terlebih, kondisi geopolitik di Iran yang tengah memanas saat ini turut menjadi perhatian masyarakat di Indonesia.

Jika terjadi penyesuaian harga BBM, dampaknya akan langsung terasa, mulai dari pengeluaran rumah tangga yang semakin membengkak hingga biaya operasional perusahaan yang ikut meningkat.

Secara umum, pemerintah juga membagi BBM ke dalam dua kategori utama, yakni BBM subsidi dan BBM nonsubsidi. Selama ini, penyesuaian harga BBM oleh perusahaan milik negara diterapkan pada BBM nonsubsidi. Lantas, apa perbedaan keduanya?

1. BBM bersubsidi dibantu oleh APBN

Ilustrasi harga minyak (IDN Times/Rehia Sebayang)

BBM subsidi adalah jenis bahan bakar yang mendapat bantuan dana dari pemerintah melalui APBN, sehingga harganya lebih murah dibandingkan harga pasar. Namun, BBM ini tidak dijual bebas tanpa batas.

Distribusi BBM subsidi dibatasi dengan kuota tertentu dan hanya diperuntukkan bagi kelompok konsumen yang berhak. Di Indonesia, contoh BBM subsidi adalah Pertalite (bensin dengan oktan 90) dan Biosolar (diesel dengan setana 48).

Karena mendapat subsidi, harga jualnya lebih rendah dari biaya produksi atau pengadaan. Tapi konsekuensinya, penggunaan BBM ini diawasi ketat dan harus sesuai peruntukan.

2. Ciri-ciri BBM bersubsidi

Ilustrasi harga minyak (IDN Times/Arief Rahmat)

Ada beberapa karakteristik utama BBM subsidi yang perlu kamu tahu:

  • Jumlahnya terbatas karena diatur kuota pemerintah

  • Penggunanya harus terdata dan sesuai kriteria

  • Harga ditetapkan pemerintah

  • Penyalahgunaan bisa berujung sanksi pidana

3.

Pertamina Patra Niaga melalui Sales Area Retail Bengkulu melakukan kegiatan monitoring langsung ke sejumlah lembaga penyalur BBM di wilayah Bengkulu. (Dok. Pertamina)

Berbeda dengan BBM subsidi, BBM non subsidi tidak mendapat bantuan pemerintah. Artinya, harga BBM jenis ini mengikuti mekanisme pasar dan ditentukan oleh masing-masing perusahaan penyedia.

Pemerintah tidak mengatur harga BBM non subsidi, namun tetap mengawasi melalui regulasi seperti Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi No. 22 Tahun 2001.

Beberapa contoh BBM non subsidi yang beredar di Indonesia antara lain:

Shell Super (oktan 92)

Shell V-Power (oktan 95)

Shell V-Power Nitro+ (oktan 98)

Shell V-Power Diesel (setana 51)

Shell Diesel Extra (setana 48)

Editorial Team