Dalam beberapa tahun terakhir, isu masuk atau keluarnya saham Indonesia dari indeks global kerap menjadi perhatian pelaku pasar, baik investor ritel maupun institusi. Dua nama yang paling sering disebut dalam konteks ini adalah MSCI dan FTSE Russell, yang sama-sama berperan sebagai penyedia indeks saham global dan dijadikan acuan oleh dana investasi bernilai triliunan dolar Amerika Serikat (AS).
Ketika salah satu dari mereka mengumumkan review atau rebalancing indeks, pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) bisa langsung mengalami lonjakan volume transaksi yang signifikan. Namun, perbedaan MSCI dan FTSE sebenarnya tidak hanya soal efek jangka pendek terhadap harga saham, melainkan juga menyangkut metodologi, klasifikasi pasar, cakupan kapitalisasi, hingga dominasi arus dana global yang mengikuti masing-masing indeks tersebut.
Memahami detail perbedaannya akan membantu investor membaca sentimen pasar dengan lebih rasional dan tidak sekadar terbawa hype. Berikut tujuh perbedaan MSCI dan FTSE yang perlu kamu pahami secara lebih mendalam.
