Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi investor
ilustrasi investor (IDN Times/Aditya Pratama)

Intinya sih...

  • Investor aktivis tidak hanya tentang profit, tetapi juga perbaikan kondisi kerja dan isu perubahan iklim.

  • Kewajiban pelaporan kampanye investor aktivis di AS melalui formulir Schedule 13D dan 13G.

  • Debat mengenai masa depan aktivisme investor, terkait aturan baru yang dapat membatasi ruang gerak investor aktivis di AS.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Istilah investor aktivis merujuk pada pemegang saham minoritas dengan kepemilikan signifikan yang berupaya mendorong perubahan di perusahaan publik.

Investor jenis ini biasanya ingin memengaruhi keputusan manajemen, mengganti direksi, mengubah strategi operasional, hingga mendorong penjualan perusahaan, baik demi meningkatkan nilai perusahaan maupun tujuan tanggung jawab sosial.

Investor aktivis umumnya berusaha menggalang dukungan pemegang saham lain melalui komunikasi publik dan diskusi tertutup. Selain itu, mereka dapat menggelar perebutan suara melalui kuasa pemegang saham atau proxy contest untuk mencapai target perubahan.

1. Investor aktivis tak selalu soal profit

ilustrasi investor (IDN Times/Aditya Pratama)

Dilansir Investopedia, aktivisme pemegang saham juga dapat mencakup dorongan agar perusahaan memperbaiki kondisi kerja di luar negeri atau meningkatkan komitmen terhadap isu perubahan iklim.

Meski demikian, banyak kampanye aktivis berfokus pada peningkatan nilai pemegang saham dan biasanya dijalankan oleh hedge fund dengan pendekatan tekanan publik dan lobi internal. Hedge fund aktivis cenderung memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi dan memanfaatkan instrumen derivatif seperti opsi saham untuk meningkatkan eksposur.

Mereka biasanya masuk ke perusahaan berkinerja lemah dan menuntut perubahan dengan harapan memperoleh keuntungan dari perbaikan kinerja dan kenaikan harga saham. Taktiknya mencakup surat terbuka bernada keras, laporan publik yang kritis, hingga perebutan kursi direksi melalui proxy fight.

2. Kewajiban pelaporan dan strategi kampanye

Ilustrasi Demo (IDN Times/Arief Rahmat)

Di Amerika Serikat (AS), kampanye investor aktivis biasanya diumumkan melalui pengajuan formulir Schedule 13D ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) dalam waktu 10 hari setelah menguasai minimal 5 persen saham dengan hak suara. Sementara itu, investor pasif dapat mengajukan formulir Schedule 13G dengan kewajiban pengungkapan yang lebih ringan.

Pengajuan Schedule 13D mengharuskan investor mengungkap alasan pembelian saham serta rencana terkait aksi korporasi, seperti merger, pelepasan aset, struktur modal, atau kebijakan dividen. Setiap perubahan informasi wajib dilaporkan melalui amandemen.

Investor aktivis juga dapat menggunakan amandemen tersebut untuk menanggapi kebijakan perusahaan. Mereka bisa menilai kebijakan tertentu sebagai praktik tata kelola yang buruk, menyampaikan surat terbuka kepada manajemen, merilis pernyataan publik, atau melobi investor institusional agar mendukung agendanya.

3. Aktivisme investor bertahan

Ilustrasi investor (IDN Times/Aditya Pratama)

Perdebatan mengenai masa depan aktivisme investor mencuat sejak 2022, seiring usulan perubahan aturan pelaporan yang dinilai dapat membatasi ruang gerak investor aktivis di Amerika Serikat. Otoritas pasar modal AS menilai aturan baru diperlukan untuk mengurangi kesenjangan informasi antara investor aktivis dan pemegang saham lain, sementara kritikus menilai kebijakan tersebut berpotensi membuat aktivisme menjadi mahal dan kurang menarik.

Meski demikian, aktivitas investor aktivis dinilai masih berlanjut. Sejumlah kasus menunjukkan masuknya investor aktivis mendorong restrukturisasi perusahaan, efisiensi biaya, hingga perubahan manajemen, dengan respons pasar yang relatif positif terhadap harga saham perusahaan terkait.

Editorial Team