Jakarta, IDN Times — Tahun 2025 menjadi periode yang tidak biasa bagi Federal Reserve (The Fed). Dua mandat utama bank sentral AS, yakni menjaga stabilitas harga dan mencapai lapangan kerja maksimum berada dalam tarik-menarik yang tajam, kondisi yang terakhir kali terjadi pada era stagflasi 1970-an.
Situasi tersebut memicu perbedaan pandangan di internal The Fed terkait arah kebijakan suku bunga. Ketegangan itu diperkirakan berlanjut hingga 2026.
Meski Ketua The Fed Jerome Powell berhasil membangun konsensus untuk memangkas suku bunga tiga kali sepanjang 2025, para ekonom menilai tantangan akan semakin besar, terutama jika inflasi tetap tinggi sementara pasar tenaga kerja melemah.
