Pelatihan berbasis virtual reality (VR Training) PT Angkasa Pura II. Dok. PT Angkasa Pura II
Awaluddin mengatakan peluncuran Airport Digital Expedition Academy menyediakan berbagai aspek pelatihan berbasis digital dan yang pertama diterapkan adalah dengan menggunakan perangkat virtual reality.
Selain itu, berdasarkan suatu penelitian pelatihan berbasis virtual reality sebesar 75 persen lebih efektif dibandingkan dengan misalnya group discussion (50 persen), demonstrasi (30 persen) dan audio-visual (20 persen).
“Misalnya, melalui teknologi virtual reality dapat dengan mudah untuk melakukan passenger profiling dan dapat dengan efektif disimulasikan misalnya untuk kondisi penumpang yang terlihat grogi karena membawa narkoba atau suspect teroris yang dapat mengancam keamanan. Dan itu harus bisa diprofiling oleh Avsec (Aviation Security)," ujar Awaluddin memaparkan.
Pelatihan berbasis teknologi virtual reality ini akan mengambil porsi 75 persen dari total kurikulum latihan personel, sementara sebesar 25 persen masih akan dilakukan pelatihan secara fisik.
“Di tengah pandemi ini, pelatihan berbasis teknologi virtual reality juga sangat tepat dilakukan dibandingkan dengan kita tetap secara penuh menggelar pelatihan konvensional yang mengharuskan adanya orang berkumpul dalam jumlah banyak,” jelas Muhammad Awaluddin.