Jakarta, IDN Times – Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menegaskan impor energi dari Amerika Serikat (AS) akan dilakukan melalui mekanisme tender dan bidding terbuka. Skema ini dipastikan transparan dan tidak melalui penunjukan langsung.
Penegasan tersebut disampaikan untuk menjawab isu terkait rencana peningkatan impor energi, khususnya BBM dan LPG, dari AS.
Sebelumnya, Indonesia dan AS menyepakati nilai impor sektor energi mencapai 15 miliar dolar AS per tahun atau setara sekitar Rp253,23 triliun. Kebijakan ini menjadi bagian dari Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang menetapkan tarif resiprokal 19 persen terhadap sejumlah produk Indonesia ke AS.
Simon menekankan, seluruh proses pengadaan akan mengacu pada prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG).
“Perlu ditegaskan bahwa proses impor akan dilakukan melalui mekanisme tender dan bidding secara transparan, bukan penunjukan langsung,” ujarnya.
Menurut dia, mekanisme terbuka penting untuk menjaga akuntabilitas sekaligus memastikan harga tetap kompetitif di tengah dinamika pasar energi global.
Pertamina juga memandang, diversifikasi sumber pasokan sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga energi di dalam negeri.
Saat ini, sekitar 57 persen impor LPG Indonesia berasal dari AS. Porsinya berpotensi meningkat hingga 70 persen seiring penguatan kerja sama kedua negara.
Diversifikasi tersebut, kata dia, bertujuan memastikan Indonesia memperoleh pasokan dengan harga bersaing tanpa bergantung pada satu sumber utama.
Meski kesepakatan telah ditandatangani, Pertamina masih menunggu finalisasi dalam 90 hari ke depan sebelum implementasi dilakukan. Simon memastikan seluruh tahapan akan mematuhi regulasi yang berlaku.
Dengan skema tender terbuka dan strategi diversifikasi pasokan, Pertamina berharap kerja sama impor energi dari AS dapat memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menciptakan efisiensi biaya bagi masyarakat.
“Kami berharap kerja sama ini memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Indonesia dan juga bagi mitra di Amerika Serikat,” katanya.
