ilustrasi pertumbuhan ekonomi (unsplash.com/Mathieu Stern)
Purbaya menilai, jalur menuju pertumbuhan tinggi masih terbuka, dengan syarat mesin ekonomi digerakkan secara seimbang oleh pemerintah dan sektor swasta. Purbaya menyebut, dalam 20 tahun terakhir, mesin pertumbuhan ekonomi nasional belum bekerja secara maksimal.
Berdasarkan pengalamannya di pemerintahan, pada periode 2004–2014 di bawah kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sektor swasta berperan dominan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, sedangkan peran pemerintah saat itu dinilai belum optimal.
Sementara itu, pada periode 2014–2024 di era Joko "Jokowi" Widodo, pemerintah bekerja keras mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama melalui pembangunan infrastruktur. Sayangnya, kebijakan moneter pada periode tersebut dinilai belum sepenuhnya mendukung peran sektor swasta.
“Sekarang menterinya lebih baik dari sebelumnya. Kami berusaha menggerakkan dua mesin pertumbuhan, yaitu pemerintah dan swasta,” ujar Purbaya.
Ia juga menyinggung perjalanan kebijakan fiskal dalam dua dekade terakhir. Sejak 2004, jabatan menteri keuangan terlama dipegang oleh Sri Mulyani Indrawati. Sri Mulyani menjabat pada 7 Desember 2005 hingga 20 Mei 2010 di era SBY, serta kembali menjabat pada 27 Juli 2016 hingga 8 September 2025 pada masa pemerintahan Joko Widodo dan Presiden Prabowo Subianto.