Jakarta, IDN Times - Head of Product Marketing PT Pintu Kemana Saja (PINTU) Iskandar Mohammad mengatakan, modus penipuan siber terus berkembang dan semakin mengancam pengguna Android.
Dia merujuk data Kaspersky pada 2025 yang menunjukkan ancaman siber terhadap pengguna Android pada kuartal III-2025 meningkat hingga 38 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.
Menurut Iskandar, lonjakan ancaman tersebut salah satunya dipicu oleh kebiasaan pengguna memasang aplikasi melalui file Android Package Kit (APK) dengan metode sideloading atau dari aplikasi pihak ketiga, bukan melalui platform resmi Google Play.
“Modus kejahatan siber berbasis file APK ini punya dampak negatif yang serius seperti, akses ilegal kepada data pribadi karena di dalam APK ini disematkan malware yang telah dirancang beroperasi secara tidak sah, untuk mencuri data-data penting pengguna hingga aset dalam aplikasi layanan keuangan yang dimiliki," katanya dalam keterangan resmi, Selasa (3/2/2026).
