PIS berkomitmen menjaga keamanan pasokan BBM dan LPG dengan operasional yang berkelanjutan (dok. PIS)
Ketua Yayasan Dokter Peduli, Tutuk Utomo, menjelaskan bahwa Rumah Sakit Kapal Nusa Waluya II merupakan hasil konversi dari Accommodation Work Barge (AWB) dengan luas 25 x 40 meter atau sekitar 900 meter persegi. Rumah sakit ini dilengkapi berbagai fasilitas medis, termasuk 21 tempat tidur rawat inap.
"Fasilitas lainnya mencakup dua ruang operasi mayor, ruang kelahiran normal, ruang pemulihan (RR), sembilan klinik spesialis dan umum, ruang IGD, ruang radiologi, serta laboratorium yang terintegrasi dengan bank darah. Fasilitas ini memungkinkan kami menangani operasi-operasi besar dengan dukungan transfusi darah," paparnya.
Tutuk menambahkan bahwa dari total 1.337 pasien, rumah sakit juga telah menangani beberapa kasus persalinan caesar. Ia menyoroti bahwa tingginya angka kematian ibu di Indonesia masih menjadi tantangan besar dalam sistem pelayanan kesehatan nasional.
"Selama sekitar 20 hari beroperasi di Waigeo, kami telah melayani lebih dari 1.300 pasien. Minggu lalu, kami juga menangani dua kasus persalinan caesar, yang menjadi isu krusial mengingat angka kematian ibu di Indonesia masih tinggi," jelasnya.