Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, dilaporkan telah menelepon Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Minggu (18/1/2026). Dalam telepon tersebut, Starmer memprotes tarif dagang 25 persen yang bakal diberikan kepada Inggris.
Inggris sendiri termasuk salah satu negara NATO yang terkena tarif dagang 25 persen dari Negeri Paman Sam. Tarif ini diberikan oleh Trump kepada negara-negara yang menolak Washington untuk menganeksasi Greenland.
Selain Inggris, Trump juga menerapkan tarif dagang tinggi kepada tujuh negara NATO lainnya dengan dalih serupa. Mereka adalah Denmark, Norwegia, Jerman, Swedia, Prancis, Belanda, dan Finlandia.
