Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, sedang berada di kantornya.
potret Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer (flickr.com/Prime Minister Sir Keir Starmer Official Portrait via commons.wikimedia.org/Prime Minister’s Office)

Intinya sih...

  • Inggris tegaskan posisi sebagai negara pendukung Greenland

  • Donald Trump bakal memberlakukan tarif 25 persen kepada negara penentang mulai 1 Juni 2026

  • Ambisi Donald Trump untuk menguasai Greenland mendapat kecaman banyak pihak

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, dilaporkan telah menelepon Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Minggu (18/1/2026). Dalam telepon tersebut, Starmer memprotes tarif dagang 25 persen yang bakal diberikan kepada Inggris.

Inggris sendiri termasuk salah satu negara NATO yang terkena tarif dagang 25 persen dari Negeri Paman Sam. Tarif ini diberikan oleh Trump kepada negara-negara yang menolak Washington untuk menganeksasi Greenland

Selain Inggris, Trump juga menerapkan tarif dagang tinggi kepada tujuh negara NATO lainnya dengan dalih serupa. Mereka adalah Denmark, Norwegia, Jerman, Swedia, Prancis, Belanda, dan Finlandia.

1. Inggris tegaskan posisi sebagai negara pendukung Greenland

potret wilayah Greenland (pexels.com/Lara Jameson)

Menurut juru bicara Perdana Menteri Inggris, dalam percakapan tersebut, Keir Starmer juga menegaskan kepada Donald Trump soal posisinya sebagai negara pendukung Greenland. Sebab, Inggris menilai keamanan wilayah Greenland adalah tanggung jawab semua anggota NATO.

“Dalam semua percakapan teleponnya, Perdana Menteri menegaskan kembali posisinya mengenai Greenland. Ia mengatakan bahwa keamanan di wilayah utara yang terpencil itu merupakan prioritas bagi semua sekutu NATO untuk melindungi kepentingan Euro-Atlantik,” ujar juru bicara Perdana Menteri Inggris, seperti dilansir The Guardian.

“Ia juga mengatakan bahwa penerapan tarif pada sekutu untuk mengejar keamanan kolektif sekutu NATO adalah salah,” tambahnya.

2. Donald Trump bakal memberlakukan tarif 25 persen kepada negara penentang mulai 1 Juni 2026

potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (commons.wikimedia.org/Official White House Photo)

Tarif dagang 25 persen yang diberikan Donald Trump bakal diterapkan secara bertahap. Pada 1 Februari 2026 nanti, Trump bakal menerapkan tarif 10 persen kepada delapan negara yang menentang AS untuk mengambil Greenland, termasuk Inggris. Kemudian, tarif bakal dinaikkan jadi 25 persen mulai 1 Juni 2026.

Langkah ini diambil Trump sebagai bentuk protes kepada negara-negara NATO yang mengganggu ambisi AS untuk mencaplok Greenland. Sebab, beberapa waktu lalu, negara anggota NATO, yakni Prancis, Jerman, Swedia, Norwegia, Finlandia, Belanda, dan Inggris mengirimkan pasukan ke Greenland dengan dalih mengamankan wilayah tersebut.  

"Ini adalah latihan pertama. Kita akan menunjukkan kepada Amerika Serikat bahwa NATO hadir," ujar seorang diplomat senior Eropa, Olivier Poivre d'Arvor, merespons kedatangan pasukan NATO ke Greenland dilansir BBC.

3. Ambisi Donald Trump untuk menguasai Greenland mendapat kecaman banyak pihak

ilustrasi Greenland (pexels.com/CHRISTIAN PFEIFER)

Niat Donald Trump untuk menguasai Greenland sebetulnya sudah menuai kecaman banyak pihak. Sebab, belakangan ini, ambisi Trump untuk mencaplok wilayah tersebut makin menjadi. Di sana, ia ingin membangun pangkalan militer dengan dalih meningkatkan keamanan nasional.

Beberapa waktu lalu, Rusia menegaskan posisinya berada di pihak Greenland. Kremlin tetap menganggap Greenland sebagai salah satu wilayah dari Kerajaan Denmark. Oleh sebab itu, Rusia menilai langkah AS untuk mencaplok wilayah tersebut melanggar hukum internasional.

Di sisi lain, negara-negara NATO juga mengecam langkah Trump untuk mengambil Greenland. Dalam sebuah pernyataan bersama yang dirilis pada Minggu, negara-negara NATO, termasuk Inggris, menegaskan tidak akan tinggal diam dan akan terus membantu mengamankan wilayah Greenland dari ancaman AS. 

"Sebagai anggota NATO, kami berkomitmen untuk memperkuat keamanan Arktik sebagai kepentingan transatlantik bersama. Kami akan terus bersatu dan berkoordinasi dalam menanggapi situasi ini. Kami berkomitmen untuk menjunjung tinggi kedaulatan kami," bunyi pernyataan NATO dilansir BBC.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team