Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Prabowo Bertemu Bos BUMN Rusia di Istana,  Bahas Kerja Sama Nuklir
Presiden Prabowo Subianto menghadiri sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Mactan Expo, Cebu, Filipina, Jumat (8/5/2026) (dok. Sekretariat Presiden)
  • Presiden Prabowo Subianto bertemu Direktur Jenderal Rosatom, Alexey Likhachev, di Istana Kepresidenan untuk membahas kerja sama pemanfaatan energi dan teknologi nuklir antara Indonesia dan Rusia.
  • Rosatom menawarkan kolaborasi pengembangan energi nuklir di Indonesia, termasuk proyek reaktor modular kecil serta pembangkit listrik terapung yang disesuaikan dengan kondisi geografis kepulauan.
  • Pertemuan ini juga menandai 20 tahun perjanjian kerja sama damai bidang energi atom antara Indonesia dan Rusia, memperkuat komitmen kemitraan jangka panjang kedua negara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Direktur Jenderal Rosatom State Corporation, Alexey Likhachev (perusahaan BUMN Rusia) di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (12/5/2026). Dalam pertemuan itu, salah satu yang dibahas adalah pemanfaatan energi tenaga nuklir, infrastruktur nuklir, pelatihan sumber daya manusia, dan penerapan teknologi nuklir di luar sektor energi.

“Bagi kami, sangat penting dialog antara Rusia dan Indonesia di bidang nuklir berkembang dalam suasana saling percaya dan saling menghormati. Saat ini, Indonesia memiliki target ambisius dalam pengembangan energi nuklir," ujar Alexey dalam keterangannya.

1. Rusia ingin ada kemitraan jangka panjang

Ilustrasi lampu menyala menggunakan energi nuklir (freepik.com/vecstock)

Alexey mengatakan, perusahaannya juga ingin ada kemitraan jangka panjang terkait pengembangan industri baru. Sehingga, Rusia dan Indonesia memiliki kedaulatan energi.

"Karena itu, kami tidak hanya membahas teknologi, tetapi juga pembangunan kemitraan jangka panjang yang berfokus pada pengembangan industri baru bagi negara ini, pelatihan tenaga nasional, lahirnya kompetensi baru, serta penguatan kedaulatan teknologi negara,” ucap Alexey.

2. Rosatam menawarkan kerja sama pengembangan energi nuklir

Ilustrasi energi nuklir. (Unsplash.com/Thomas Millot)

Dalam pertemuan itu, Alexey mengatakan, Rosatam juga menawarkan kerja sama pengembangan energi nuklir di Indonesia. Tujuannya, sebagai solusi pembangkit listrik tenaga nuklir skala besar ataupun proyek proyek reaktor modular kecil dan pembangkit listrik terapung.

Rosatam juga memberikan perhatian terhadap integrasi energi listrik di Indonesia. Rosatam juga sudah mempertimbangkan kondisi geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan.

3. Rusia memiliki sejarah panjang dalam pengembangan kerja sama bidang nuklir

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Belgia. unsplash.com/Frederic Paulussen

Lebih lanjut, Alexey menegaskan, Rusia memiliki sejarah panjang dalam pengembangan kerja sama di bidang nuklir.

Tahun 2026 juga menjadi momentum peringatan 20 tahun perjanjian antar pemerintah, tentang kerja sama pemanfaatan energi Atom untuk tujuan damai. Perjanjian tersebut ditandatangani Indonesia dan Rusia pada 1 Desember 2026.

Editorial Team