Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Ari Askhara (IDN Times/Helmi Shemi)
Perjalanan karier Ari Askhara dimulai di Bank Mandiri pada 1994 hingga 2005. Setelahnya, ia beralih ke sektor perbankan internasional. Ari pernah menjadi Vice President di Deutsche Bank pada Januari 2006 hingga Agustus 2008, Director Barclays Investment Bank pada Juli 2008 hingga April 2009 hingga Director Standard Chartered Bank pada Maret 2009 hingga September 2011.
Beranjak dari perbankan, Ari mulai menuju sektor transportasi dan logistik. Pada 2014, ia menjadi bagian PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo. Tak lama kemudian, Ari ditunjuk sebagai Chief Financial Officer dan Risk Director PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk pada 2014–2016.
Selanjutnya, Ari menduduki posisi Human Capital and Development Director di PT Wijaya Karya (Persero) Tbk pada April 2016 hingga Maret 2017. Pada Mei 2017, ia kembali ke Pelindo sebagai Chief Executive Officer hingga September 2018.
Karier Ari semakin gemilang saat ditunjuk menjadi Direktur Utama Garuda Indonesia pada 2018. Namun, kepemimpinannya sempat diterpa banyak masalah, termasuk di antaranya kasus penyelundupan barang mewah menggunakan pesawat perseroan pada 2019.
Beberapa masalah yang muncul berujung pada pencopotannya oleh Menteri BUMN waktu itu. Pada 2021, Pengadilan Negeri Tangerang menjatuhkan vonis bersalah dengan hukuman satu tahun penjara dengan masa percobaan 20 bulan. Terbaru, Ari ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI). Sebelumnya, ia juga tercatat sempat menjabat sebagai Direktur Utama PT GTS Internasional Tbk. (GTSI), anak usaha HUMI.