Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Profil Dahlan Iskan, Jurnalis yang Pernah Jadi Menteri BUMN
Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan (IDN Times/Aryodamar)

Intinya sih...

  • Dahlan Iskan lahir di Magetan, Jawa Timur pada 17 Agustus 1951 dari keluarga sederhana

  • Karier dimulai sebagai jurnalis hingga menjadi Menteri BUMN, membangun media dan perusahaan listrik swasta

  • Mendirikan perusahaan media nasional, PT Disway Rumah Berita di Surabaya, Jawa Timur

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Nama Dahlan Iskan pastinya tidak asing lagi. Ia merupakan salah satu tokoh nasional yang perjalanan hidupnya kerap dijadikan contoh mobilitas sosial di Indonesia.

Lahir dari keluarga sederhana di Magetan, Jawa Timur, Dahlan meniti karier dari bawah sebagai wartawan hingga menjabat posisi strategis di dunia media, energi, dan pemerintahan. Kiprahnya yang panjang juga tak lepas dari kontroversi dan dinamika hukum yang mewarnai perjalanan hidupnya.

Dahlan Iskan akan menjadi salah satu pembicara dalam Semangat Awal Tahun 2026 yang diselenggarakan IDN Times selama dua hari pada 14-15 Januari 2026. Yuk, kita kena lebih dekat, ini profilnya:

1. Latar belakang keluarga dan pendidikan

Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan (IDN Times/Aryodamar)

Dahlan Iskan lahir di Magetan, Jawa Timur pada 17 Agustus 1951. Ia berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Bahkan, orang tuanya mengaku tidak mengingat secara pasti tanggal kelahirannya. Dahlan kemudian memilih tanggal 17 Agustus sebagai hari lahirnya agar mudah diingat, sekaligus bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pendidikan dasar hingga menengah atas ia tempuh di Magetan dan Madiun. Setelah lulus SMA, Dahlan melanjutkan pendidikan ke Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel cabang Samarinda. Namun, pendidikan perguruan tingginya tidak diselesaikan karena ia memilih untuk bekerja.

2. Karier: Dimulai dari jurnalis hingga jadi menteri BUMN

Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan (IDN Times/Aryodamar)

Karier Dahlan dimulai sebagai jurnalis di sebuah surat kabar kecil di Samarinda pada 1975. Setahun kemudian, ia bergabung dengan Majalah Tempo dan bekerja sebagai hingga 1982. Pengalaman jurnalistik tersebut menjadi fondasi penting dalam perjalanan profesionalnya.

Pada 1982, Dahlan pindah ke Surabaya untuk memimpin Harian Umum Jawa Pos setelah surat kabar tersebut dibeli oleh PT Grafiti Pers. Di bawah kepemimpinannya selama 20 tahun, oplah Jawa Pos melonjak drastis, dari sekitar 6.000 eksemplar menjadi 300 ribu eksemplar hanya dalam kurun lima tahun.

Tak berhenti di situ, Dahlan membangun Jawa Pos News Network (JPNN), jaringan media yang menaungi lebih dari 150 surat kabar, tabloid, dan majalah di berbagai daerah. JPNN juga mengelola sekitar 40 jaringan percetakan yang tersebar di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu kelompok media terbesar di Tanah Air.

Memasuki 2009, Dahlan memperluas kiprahnya ke sektor industri komunikasi dan energi. Ia terlibat dalam pembangunan sambungan kabel laut serat optik sepanjang 4.300 kilometer yang menghubungkan Surabaya dan Hong Kong melalui PT Fangbian Iskan Corporindo (FIC).

Selain itu, ia mendirikan perusahaan listrik swasta seperti PT Cahaya Fajar Kaltim di Kalimantan Timur dan PT Prima Elektrik Power di Surabaya, dilatarbelakangi keprihatinannya terhadap persoalan pemadaman listrik nasional.

Pada 2009, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menunjuk Dahlan Iskan sebagai Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Jabatan tersebut diembannya hingga 2011.

Selama memimpin PLN, Dahlan mengupayakan penghapusan pemadaman listrik bergilir atau byar pet di berbagai daerah. Ia juga mencabut kebijakan pembatasan tarif listrik industri (capping) guna menciptakan iklim investasi yang lebih adil dan kondusif. Saat menjabat Dirut PLN, pengelolaan Jawa Pos diserahkan kepada putranya, Azrul Ananda, sementara Dahlan tetap berada di jajaran komisaris.

Pada 17 Oktober 2011, Dahlan diangkat menjadi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), menggantikan Mustafa Abubakar yang saat itu tengah menjalani perawatan kesehatan. Selama menjabat, Dahlan mendorong restrukturisasi aset BUMN, penyederhanaan jumlah perusahaan pelat merah, serta efisiensi kinerja. Ia juga dikenal dengan gagasannya mengenai pengembangan mobil listrik sebagai alternatif kendaraan ramah lingkungan.

3. Mendirikan Disway

Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan saat berada di UIN Walisongo Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Dahlan Iskan mendirikan perushaan media nasional, PT Disway Rumah Berita atau Disway di Surabaya, Jawa Timur. Harian Disway mulai terbit pada 4 Juli 2020 saat pandemic COVID-19.

Dikutip dari laman Harian Disway, Harian Disway didesain untuk beradaptasi dengan situasi saat itu. Ketika terbit perdana, Harian Disway versi cetak beroplah 25 ribu eksemplar di wilayah Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo.

Selain memproduksi berita, Harian Disway juga memiliki banyak event, di antaranya Pemilihan Koko-Cici Jawa Timur, Equestrian Competition, Wushu Championship, Aerobic Competition & Zumba Party, dan Economic Forum. Di samping itu, jug memiliki saluran YouTube Energi Disway yang merupakan podcast yang dipandu Dahlan Iskan.

Editorial Team