Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 5,8 Persen, Ekonom: Berpotensi di 5 Persen
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Ekonom Paramadina, Wijayanto Samirin, menilai asumsi makro RAPBN 2027 terlalu optimistis, terutama pada target pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan nilai tukar rupiah.
  • Wijayanto memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2027 hanya sekitar 5 persen karena daya beli melemah, dorongan APBN terbatas, serta kehati-hatian dunia usaha dan investor.
  • Ia juga memperkirakan rupiah bisa melemah di atas Rp18.000 per dolar AS dan inflasi berada di kisaran 3,5 persen, mendekati batas atas target pemerintah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Seorang bapak bernama Wijayanto bilang nanti tahun 2027 uang Indonesia tumbuhnya mungkin cuma sedikit, sekitar lima persen saja. Pemerintah mau lebih tinggi, tapi katanya susah karena orang-orang belum banyak belanja dan pengusaha masih hati-hati. Nilai rupiah juga bisa makin lemah dan harga barang bisa naik sampai tiga setengah persen.Pemerintah mau ekonomi tumbuh cepat sampai 6 persen, tapi Pak Wijayanto bilang mungkin cuma bisa sekitar 5 persen. Katanya orang-orang sekarang masih susah beli barang, uang negara juga nggak banyak, dan pengusaha masih hati-hati. Rupiah bisa jadi makin lemah, dan harga barang bisa naik sedikit lebih tinggi dari rencana pemerintah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meskipun proyeksi pertumbuhan ekonomi 2027 diperkirakan hanya sekitar 5 persen, pandangan Wijayanto Samirin menunjukkan adanya kehati-hatian dan realisme dalam membaca kondisi makroekonomi. Sikap hati-hati pelaku usaha dan investor menandakan kesadaran terhadap risiko global, sementara inflasi yang masih berada di batas target pemerintah mencerminkan stabilitas harga yang relatif terjaga.Meskipun target pertumbuhan ekonomi dinilai terlalu optimistis, pandangan ini menunjukkan bahwa pemerintah memiliki semangat tinggi dalam mendorong kinerja ekonomi nasional. Analisis ekonom juga mencerminkan kewaspadaan yang sehat terhadap tantangan daya beli dan ketidakpastian global, sehingga dapat membantu penyusunan kebijakan yang lebih realistis dan adaptif bagi stabilitas ekonomi ke depan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menilai asumsi makro ekonomi dalam RAPBN 2027 terlalu optimistis, terutama terkait target pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan nilai tukar rupiah.

Menurut Wijayanto, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2027 berpotensi hanya berada di kisaran 5 persen, lebih rendah dibanding target dalam asumsi makro 2027, pemerintah menargetkan dipatok sebesar 5,8 hingga 6,5 persen.

“Pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan nilai tukar terlalu optimistis. Pertumbuhan ekonomi berpotensi di kisaran 5 persen akibat kombinasi pelemahan daya beli, daya dorong APBN yang makin terbatas, dan dunia usaha maupun investor yang masih menahan diri,” ujar Wijayanto kepada IDN Times, Rabu (20/5/2026).

Dia menjelaskan, pelemahan daya beli masyarakat masih menjadi tantangan utama bagi konsumsi domestik.

Selain itu, pelaku usaha dan investor disebut masih cenderung berhati-hati dalam melakukan ekspansi di tengah ketidakpastian global dan domestik.

Wijayanto juga memproyeksikan nilai tukar rupiah berpotensi melemah hingga berada di atas Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS), lebih tinggi dibanding asumsi pemerintah yang berada di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS.

Sementara itu, tingkat inflasi diperkirakan dapat bergerak di batas atas target pemerintah, yakni sekitar 3,5 persen.

Editorial Team