Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
WhatsApp Image 2026-02-05 at 14.33.45.jpeg
Kinerja ekonomi 2025 masih ditopang oleh Pulau Jawa. (IDN Times/Triyan).

Intinya sih...

  • Pulau Jawa dan Sulawesi lampaui pertumbuhan ekonomi nasional

  • Bali dan Nusa Tenggara kinerja ekonominya 4,87 persen

  • Pulau Kalimantan masih bertumpu pada industri pengolahan

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, Pulau Jawa masih menjadi kontributor utama terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Sebelumnya pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 tercatat sebesar 5,11 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan, Pulau Jawa memberikan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, yakni mencapai 56,93 persen. Kontribusi terbesar kedua berasal dari Pulau Sumatera sebesar 22,22 persen.

“Selanjutnya, kontribusi terhadap PDB nasional juga berasal dari Pulau Kalimantan sebesar 8,12 persen, Sulawesi sebesar 7,22 persen, Bali dan Nusa Tenggara sebesar 2,82 persen, serta Maluku dan Papua sebesar 2,69 persen,” ujar Amalia dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Kamis (5/2/2026).

1. Pertumbuhan ekonomi Jawa dan Sulawesi lampaui nasional

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti. (IDN Times/Triyan)

Selain menjadi kontributor terbesar, laju pertumbuhan ekonomi di Pulau Jawa juga tercatat melampaui pertumbuhan ekonomi nasional, yakni sebesar 5,30 persen.

“Sumber pertumbuhan ekonomi di Pulau Jawa berasal dari sektor industri pengolahan, perdagangan, serta informasi dan komunikasi. Provinsi yang memberikan kontribusi pertumbuhan tertinggi adalah DKI Jakarta dengan andil sebesar 1,46 persen,” beber Amalia.

Pulau Sulawesi juga mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional, yakni sebesar 6,23 persen. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh sektor industri pengolahan, pertanian, dan perdagangan. Dari sisi wilayah, provinsi Sulawesi Selatan memiliki andil hingga 2,39 persen.

“Dengan demikian, Pulau Jawa dan Pulau Sulawesi menjadi wilayah dengan pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional,” katanya.

2. Bali dan Nusa Tenggar kinerja ekonominya 4,87 persen

Kinerja pertumbuhan ekonomi per wilayah. (IDN Times/Triyan).

Untuk wilayah Bali dan Nusa Tenggara, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 4,87 persen. Sumber pertumbuhan utamanya berasal dari sektor industri pengolahan, akomodasi dan makan minum, serta perdagangan.

Provinsi Bali menjadi kontributor pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan ini dengan andil sebesar 2,75 persen.

Sementara itu, Pulau Sumatera mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,81 persen dengan sumber pertumbuhan utama berasal dari sektor industri pengolahan, pertanian, dan perdagangan.

3. Pulau Kalimantan masih bertumpu pada industri pengolahan

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (Dok. IDN Times)

Adapun pertumbuhan ekonomi di Pulau Kalimantan bertumpu pada sektor industri pengolahan, perdagangan, dan pertanian. Pola serupa juga terjadi di Pulau Sulawesi, di mana sektor industri pengolahan, pertanian, dan perdagangan menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi.

Di wilayah Maluku dan Papua, pertumbuhan ekonomi didorong oleh sektor industri pengolahan, yang diikuti oleh sektor pertambangan dan perdagangan. Provinsi Maluku Utara tercatat sebagai penyumbang pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan ini dengan andil mencapai 5,33 persen.

Editorial Team