Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Menteri Keuangan Purbaya dalam acara Indonesia Fiscal Forum (IFF) 2026 di Jakarta. (Dok/Istimewa).
Menteri Keuangan Purbaya dalam acara Indonesia Fiscal Forum (IFF) 2026 di Jakarta. (Dok/Istimewa).

Intinya sih...

  • Pelantikan Wamenkeu baru akan dilakukan pada Februari 2026

  • Pembagian tugas Wamenkeu yang baru belum diputuskan, Purbaya akan menangani penerimaan bea cukai dan pajak secara langsung

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, menyebut mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Juda Agung, sebagai salah satu calon kuat untuk mengisi posisi Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) yang saat ini kosong. Dia tidak menampik nama Juda Agung masuk dalam bursa calon Wamenkeu.

"Kelihatannya (Juda Agung). Saya sudah bertemu dengan beliau dan sepertinya dia salah satu calon yang kuat," ujar Purbaya usai acara Indonesia Fiscal Forum (IFF) 2026 di Jakarta pada Selasa (26/1/2026).

Meski begitu, Purbaya enggan membeberkan ada berapa jumlah calon pengganti Thomas Djiwandono sebagai Wamenkeu. Menurut Purbaya yang mengetahui hal itu hanyalah Presiden Prabowo.

1. Pelantikan Wamenkeu akan dilakukan pada Februari mendatang

Juda Agung, Deputi Gubernur Bank Indonesia (Dok.Bank Indonesia)

Purbaya memperkirakan, pelantikan Wamenkeu yang baru akan berlangsung pada Februari 2026.

"Pelantikan saya dengar sih Februari, ada yang bilang seharusnya Februari. Mungkin minggu depan," ujar dia.

Terkait pembagian tugas Wamenkeu yang baru, Purbaya mengungkapkan belum mengetahui keputusan final. Namun, dia menegaskan akan menangani langsung urusan penerimaan bea cukai dan pajak. Menurut dia, hal ini sangat penting untuk memastikan penerimaan negara tahun ini serta untuk menekan defisit anggaran.

"Saya juga gak tahu pembagiannya seperti apa, yang penting kita kerja saja. Yang macet-macet akan saya bereskan. Tapi bea cukai dan pajak akan saya tangani langsung karena itu krusial untuk penerimaan tahun ini dan untuk mengurangi defisit anggaran kita," tambah Purbaya.

Juda Agung mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia pada 13 Januari 2026. Sebelumnya, dia menjabat sebagai Deputi Gubernur BI berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 147/P Tahun 2021 yang terbit pada 24 Desember 2021, dan dilantik pada 6 Januari 2022.

Sementara itu, posisi Deputi Gubernur BI yang ditinggalkan oleh Juda Agung kini telah diisi oleh mantan Wakil Menteri Keuangan, Thomas Djiwandono.

2. Juda Agung sudah mengundurkan diri sejak 13 Januari 2026

Deputi Gubernur BI, Juda Agung.(Screenshot YouTube BI)

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), jabatan Juda Agung seharusnya berakhir pada 2027. Namun, dia memutuskan untuk mengundurkan diri dengan mengajukan permohonan kepada Presiden Prabowo Subianto sejak 13 Januari 2026.

Saat ini, jabatan Deputi Gubernur Bank Indonesia diisi oleh Thomas Djiwandono, yang terpilih melalui musyawarah dan mufakat di Komisi XI DPR setelah menjalani proses fit and proper test pada Senin (26/1/2026). Thomas berhasil mengungguli dua kandidat lainnya, yakni Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Dicky Kartikoyono, serta Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Solikin M. Juhro.

3. Profil Juda Agung yang disebut akan jabat posisi Wamenkeu

Juda Agung, Deputi Gubernur Bank Indonesia (Dok.Universitas Padjadjaran)

Mengutip laman resmi Bank Indonesia, Juda Agung lahir di Pontianak pada tahun 1964. Dia menyelesaikan pendidikan di bidang Teknologi Pertanian di Institut Pertanian Bogor pada 1987. Juda kemudian melanjutkan studi di University of Birmingham dan meraih gelar Master di bidang Money, Banking, and Finance pada 1995, serta gelar PhD di bidang Ekonomi pada 1999.

Dia pernah menjabat sebagai Direktur Eksekutif di International Monetary Fund (IMF) yang berkedudukan di Washington D.C., Amerika Serikat, pada periode 2017–2019. Di Bank Indonesia, Juda Agung menjabat sebagai Asisten Gubernur yang membawahi Stabilitas Sistem Keuangan dan Kebijakan Makroprudensial pada periode 2020–2022.

Juda Agung resmi diangkat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 147/P Tahun 2021 pada 24 Desember 2021. Dia mengucapkan sumpah jabatan pada 6 Januari 2022 dengan masa jabatan yang seharusnya berakhir pada 2027.

Editorial Team