Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Purbaya: Sudah Saya Ingatkan Bersihkan Bursa dari Saham Gorengan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui di Kemenko Perekonomian. (Dok/Istimewa).

Intinya sih...

  • Saham gorengan beredar dengan pergerakan harga tak wajar, merugikan investor

  • Tekanan IHSG bersifat sementara karena fundamental perekonomian Indonesia kuat

  • IHSG berhasil ditutup menguat ke 8.329,6 pada perdagangan Jumat (30/1/2026)

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi beberapa hari terakhir, yang menurutnya disebabkan oleh masih beredarnya saham-saham gorengan, meskipun ada juga pengaruh dari pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI).

"Ini jelas shock sementara, karena fundamental kita enggak masalah. Kalau yang jatuh saham-saham gorengan kan sudah saya ingatkan dari dulu, bersihkan bursa dari saham gorengan tapi kan yang besar-besar, masih ada saham-saham yang blue chip itu kan naiknya belum terlalu tinggi," tuturnya.

1. Saham gorengan yang beredar memiliki pergerakan harga tak wajar

Ilustrasi IHSG. (IDN Times/Aditya Pratama)

Menurutnya, peredaran saham-saham gorengan yang tidak berbasis pada kinerja perusahaan yang sesungguhnya dapat menyebabkan volatilitas yang berlebihan dan merugikan investor. Oleh karena itu, ia meyakini jika pasar saham dapat dibersihkan dari saham-saham tersebut, maka volatilitas yang tidak sehat dapat diminimalisir dan pasar saham Indonesia akan kembali menunjukkan performa yang lebih stabil dan berkualitas.

Saham gorengan adalah saham yang memiliki pergerakan harga di pasar tidak wajar. Saham ini dapat mengalami kenaikan signifikan dalam waktu singkat sekalipun tanpa didukung oleh faktor fundamental. Kenaikan harga tersebut terjadi akibat adanya rekayasa oleh pelaku pasar yang disebut bandar saham yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan jangka pendek. 

2. Tekanan IHSG bersifat sementara

Laju IHSG pada Rabu (28/1).

Purbaya menegaskan, tekanan IHSG hanya bersifat sementara karena fundamental perekonomian Indonesia kuat. Ia percaya diri, ekonomi Indonesia bahkan bisa tumbuh 6 persen. Namun, ia juga mengingatkan, untuk memperkuat pasar saham, otoritas bursa sudah sepatutunya segera membersihkan pasar dari saham-saham gorengan.

"Ini jelas shock sementara, karena fundamental kita enggak masalah. Kalau yang jatuh saham-saham gorengan kan sudah saya ingatkan dari dulu, bersihkan bursa dari saham gorengan tapi kan yang besar-besar, masih ada saham-saham yang blue chip itu kan naiknya belum terlalu tinggi. Kalau anda takut lari aja ke situ (saham blue chip)," tuturnya.

3. IHSG berhasil ditutup menguat ke 8.329,6

Ilustrasi IHSG. (IDN Times/Aditya Pratama)

IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil menguat pada penutupan perdagangan akhir pekan atau Jumat (30/1/2026). Berdasarkan data RTI Business, IHSG ditutup menguat 97,4 poin (+1,18 persen) ke level 8.329,6 pada perdagangan hari ini. Sebelumnya pada perdagangan Kamis (29/1/2026), IHSG ditutup melemah hingga 88,35 poin (-1,06 persen) ke level 8.232,20.

Data menunjukkan, IHSG dibuka menguat pada level 8.308,72 pada perdagangan hari ini. Adapun perdagangan bursa hari ini diwarnai sentimen mundurnya Iman Rachman dari jabatan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI). Adapun level tertinggi IHSG hari ini tercatat pada posisi 8.404,3, sedangkan level terendahnya pada posisi 8.167,15.

Editorial Team