Ilustrasi IHSG. (IDN Times/Aditya Pratama)
Namun demikian, Purbaya mengakui penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak terlepas dari kelalaian Self Regulatory Organization (SRO), termasuk BEI dan OJK, dalam menindaklanjuti permintaan MSCI terkait transparansi kepemilikan saham publik atau free float.
“Keduanya bertanggung jawab atas hal itu, termasuk pimpinan OJK. Bagi saya, adanya keputusan untuk mengundurkan diri justru menjadi pertanda baik karena menunjukkan adanya kesadaran atas kesalahan dan tanggung jawab yang harus diambil,” ungkapnya.
Sebelumnya, sejumlah lembaga keuangan global telah menurunkan rekomendasi terhadap saham Indonesia. Goldman Sachs misalnya, memangkas peringkat saham Indonesia menjadi underweight, mencerminkan kekhawatiran terhadap memburuknya kondisi pasar saham domestik. Selain Goldman Sachs, UBS Group AG juga menurunkan rekomendasi saham Indonesia menjadi netral dari sebelumnya overweight.
Langkah tersebut sejalan dengan kekhawatiran MSCI yang menilai berkurangnya kelayakan investasi akibat isu free float berpotensi memicu arus keluar dana lebih dari 13 miliar dolar AS, apabila peringkat pasar Indonesia diturunkan dari emerging market menjadi frontier market.
Terbaru, Nomura Holdings Inc., pengelola investasi asal Jepang, turut menurunkan rekomendasi pasar saham Indonesia menjadi netral dari sebelumnya overweight, yang kembali didorong oleh isu serupa.