Jakarta, IDN Times - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengonfirmasi peluang impor bioetanol dari Amerika Serikat (AS) untuk menambal celah antara produksi dalam negeri dan permintaan pasar.
Bahlil menjelaskan, skema impor yang merupakan bagian dari kesepakatan Agreement on Reciprocal Trade (ART) itu hanya berlaku jika pasokan di dalam negeri tidak mencukupi, sehingga volume yang didatangkan dari AS disesuaikan dengan kekurangan stok nasional.
"Untuk etanol ini apabila kebutuhan kita itu antara kebutuhan dan produksi kita berkurang, dengan kata lain produksi kita 10, kebutuhan kita 20, 10-nya bisa impor dan Amerika salah satu yang bisa kita impor," kata Bahlil di Jakarta, dikutip Kamis (5/3/2026).
