Koalisi Sistem Pangan Lestari (KSPL) dan World Resources Institute (WRI) Indonesia meluncurkan laporan berjudul The Hidden Costs of Indonesia’s Food System. (dok. WRI Indonesia)
Laporan itu menjabarkan, ada lima kategori biaya terbesar dari sistem pangan di Indonesia, sebagai berikut:
Obesitas
Malnutrisi
Polusi udara
Emisi gas rumah kaca (GRK)
Susut dan sisa pangan (food loss and waste).
Besarnya biaya dari segi kesehatan, menurut Jessica Ferdi, Dokter Spesialis Gizi Klinik dari RSAB Harapan Kita, cukup mencerminkan kondisi masyarakat saat ini.
“Kajian ini menunjukkan peningkatan pola konsumsi makanan berpemanis dan pangan ultraproses yang umumnya rendah nilai gizi tetapi tinggi kalori, lemak jenuh, dan gula. Pola konsumsi ini meningkatkan risiko penyakit tidak menular, seperti diabetes dan hipertensi, sehingga perlu kewaspadaan dalam pemilihan makanan, terutama bagi anak,” kata dia.
Jessica mengatakan, kajian itu kembali mengingatkan, penerapan pola makan gizi seimbang yang mencakup karbohidrat, protein, lemak sehat, sayur, dan buah sebagai sumber vitamin dan mineral perlu terus didorong.
Selain sektor kesehatan, biaya dari degradasi lingkungan dan sosial tidak dapat diabaikan. Jika sistem pangan terus merusak alam dan kehidupan sosial masyarakat, bukan tidak mungkin kelangkaan pangan akan terjadi.