Dalam dunia bisnis, perbedaan antara pelaku yang berani mengambil risiko dan yang cenderung menghindari risiko sering menjadi pembeda utama dalam strategi pengambilan keputusan. Sebagian pengusaha dikenal agresif, cepat berekspansi, dan siap menanggung ketidakpastian. Di sisi lain, ada pebisnis yang lebih konservatif, fokus pada stabilitas, dan meminimalkan potensi kerugian.
Pertanyaannya, pendekatan mana yang sebenarnya lebih menguntungkan secara bisnis. Jawabannya tidak sesederhana memilih salah satu ekstrem. Untuk memahaminya secara objektif, perlu dilihat dari sudut pandang teknis seperti manajemen risiko, arus kas, dan fase pertumbuhan bisnis.
